Rilismedia.co – Ketegangan di Selat Hormuz kian memanas, namun negara-negara Eropa belum bersedia turun tangan meski diminta oleh Amerika Serikat. Sikap ini memicu kemarahan Presiden Donald Trump yang menilai sekutu NATO tidak solid menghadapi krisis.
Permintaan Washington untuk mengawal kapal-kapal di jalur vital tersebut ditolak oleh sejumlah negara Eropa. Emmanuel Macron menegaskan Prancis tidak akan ikut serta dalam operasi militer selama situasi masih memanas.
Prancis, kata Macron, baru akan mempertimbangkan keterlibatan dalam skema pengawalan internasional jika kondisi sudah lebih stabil. Sikap serupa juga ditunjukkan Inggris yang menolak permintaan bantuan langsung dari Washington.
Trump: NATO Buat Kesalahan Besar
Penolakan ini membuat Trump melontarkan kritik keras terhadap NATO.
“Saya pikir NATO melakukan kesalahan yang sangat bodoh,” kata Trump di Gedung Putih.
Ia bahkan mempertanyakan komitmen aliansi tersebut terhadap Amerika Serikat.
“Saya sudah lama mengatakan bahwa saya bertanya-tanya apakah NATO akan pernah ada untuk kita. Jadi ini adalah ujian besar.”
Meski demikian, Trump menegaskan AS siap bertindak sendiri menghadapi Iran jika diperlukan. “Kita tidak membutuhkan terlalu banyak bantuan. Kita tidak membutuhkan bantuan apa pun,” ujarnya.
Eropa Ajukan Syarat: Gencatan Senjata
Di sisi lain, negara-negara Eropa tidak sepenuhnya menutup pintu. Italia, Jerman, dan Prancis menyatakan kesiapan berkontribusi menjaga keamanan jalur pelayaran namun dengan syarat utama yakni gencatan senjata.
Bersama Jepang, Belanda, dan Inggris, mereka menyatakan siap mendukung upaya memastikan jalur aman di Selat Hormuz, tetapi bukan dalam bentuk operasi militer langsung saat ini. Mereka menekankan keterlibatan hanya akan dilakukan dalam kerangka multilateral setelah konflik mereda.
Macron Serukan Hentikan Serangan Energi
Macron juga menyerukan moratorium serangan terhadap infrastruktur sipil, khususnya fasilitas energi dan air, menyusul serangan yang menghantam kawasan Qatar dan Iran.
“Demi kepentingan bersama, moratorium serangan yang menargetkan infrastruktur sipil, khususnya infrastruktur energi dan air, harus segera diterapkan,” tulis Macron.
Jalur Energi Global Terancam
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dalam kondisi normal dilalui sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia. Namun, blokade de facto oleh Iran kini telah mengganggu pengiriman komersial secara signifikan.
Kondisi ini mempertegas risiko krisis energi global, sekaligus menunjukkan retaknya solidaritas Barat dalam menghadapi konflik yang kian meluas di Timur Tengah.






