Rilismedia.o – Kecaman internasional terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah terus menguat. Pemerintah China menilai serangan yang menargetkan pejabat tinggi Iran justru memperburuk situasi dan menjauhkan peluang perdamaian.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menegaskan pembunuhan tokoh penting Iran tidak dapat dibenarkan.
“China terkejut mendengar kabar tersebut. Pembunuhan terhadap para pemimpin Iran serta serangan terhadap sasaran sipil sama sekali tidak dapat diterima,” ujar Lin dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (19/3).
Target Pejabat Kunci, Jalur Diplomasi Terhenti
Kecaman ini muncul setelah Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, tewas dalam serangan yang dikaitkan dengan Israel yang didukung Amerika Serikat.
Serangan tersebut juga menewaskan sejumlah tokoh lain, termasuk putra Larijani, pejabat keamanan Alireza Bayat, serta beberapa korban lainnya.
Larijani dikenal sebagai salah satu figur penting dalam upaya negosiasi Iran–Israel. Bahkan, ia disebut-sebut menjadi kunci dalam pembicaraan damai, termasuk wacana penghentian pengayaan uranium oleh Iran. Kematian tokoh sentral ini dinilai banyak pihak sebagai pukulan telak bagi jalur diplomasi yang tengah dirintis.
China Dorong Gencatan Senjata
China mendesak semua pihak segera menghentikan operasi militer guna mencegah konflik meluas menjadi krisis kawasan.
“Di tengah berkecamuknya konflik di Timur Tengah, di mana ketegangan terus meningkat dan meluas, komunitas internasional secara luas menyerukan adanya gencatan senjata sesegera mungkin dan penghentian permusuhan,” kata Lin.
Sebagai langkah konkret, utusan khusus China untuk Timur Tengah, Zhai Jun, tengah melakukan diplomasi intensif ke sejumlah negara kawasan, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Mesir, serta bertemu perwakilan Dewan Kerja Sama Teluk dan Liga Arab.
Iran Ancam Balasan
Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, bersumpah akan membalas serangan tersebut. Ia menyebut para pelaku sebagai “pembunuh kriminal” dan menegaskan bahwa kematian Larijani menunjukkan besarnya peran tokoh tersebut hingga menjadi target.
Korban Terus Bertambah
Sejak akhir Februari 2026, serangan gabungan yang dikaitkan dengan AS dan Israel disebut telah menewaskan sekitar 1.300 orang di Iran, termasuk tokoh-tokoh penting negara tersebut.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke berbagai target, termasuk wilayah Israel serta negara-negara di kawasan yang memiliki pangkalan militer AS.
Dengan meningkatnya intensitas serangan dan keterlibatan kekuatan global, konflik ini kini tidak lagi sekadar ketegangan regional, melainkan berpotensi berkembang menjadi krisis internasional yang lebih luas.






