Rilismedia.co – Seminar Pembangunan Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 menegaskan pentingnya integrasi kebijakan, penguatan sumber daya manusia (SDM), serta pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan sebagai fondasi menuju visi Kaltim Emas.
Kegiatan bertema “Arah Pembangunan Kaltim: Integrasi Kebijakan, SDM Berkualitas dan Pengelolaan SDA untuk Kaltim Emas” ini digelar di Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (12/5/2026). Seminar menghadirkan unsur pemerintah daerah, akademisi, mahasiswa, organisasi kepemudaan, praktisi hingga masyarakat sipil.
Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah Badko HMI KALTIM-KALTARA, Mitra Setiawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa lagi dimaknai semata sebagai pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik.
“Pembangunan harus mampu menghadirkan keadilan sosial, kesejahteraan masyarakat, pemerataan wilayah, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, integrasi kebijakan menjadi kunci utama,” ujarnya.
Ia menyebut, forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam merumuskan arah pembangunan Kaltim ke depan.
Fokus pada Penguatan SDM
Dalam diskusi, isu pengembangan SDM menjadi perhatian utama. Peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan tenaga kerja, serta penguatan kapasitas generasi muda dinilai krusial untuk menciptakan masyarakat Kaltim yang unggul dan berdaya saing.
Selain itu, pemerataan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan juga menjadi sorotan penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.
Seminar ini turut menghadirkan sejumlah narasumber dari DPRD Provinsi Kaltim, Korem 091, SIDEKA Fasya UINSI, Kejaksaan Tinggi Kaltim, hingga Ketua PWI Kaltim.
SDA Berkelanjutan dan Bernilai Tambah
Di sisi lain, pengelolaan SDA yang berkelanjutan menjadi isu strategis yang tak kalah penting. Kalimantan Timur yang kaya akan sumber daya alam dinilai perlu melakukan transformasi pembangunan dari eksploitasi menuju keberlanjutan.
Ketua Umum Badko HMI Kaltimtara menegaskan bahwa kekayaan alam daerah tidak boleh hanya menjadi objek eksploitasi jangka pendek.
“Kekayaan alam Kalimantan Timur harus mampu memberikan nilai tambah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta menjadi warisan pembangunan bagi generasi mendatang,” tegasnya.
Dorong Rekomendasi Konkret
Seminar ini diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus kolaborasi dalam merumuskan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah.
Peserta mendorong lahirnya langkah konkret, mulai dari penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan investasi di bidang pendidikan dan teknologi, hingga pengawasan tata kelola SDA yang lebih transparan dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Kegiatan berlangsung antusias dan interaktif. Diskusi yang berkembang menunjukkan tingginya perhatian berbagai elemen masyarakat terhadap masa depan pembangunan Kalimantan Timur.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan menuju Kaltim Emas.






