Rilismedia.co – Penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, terus berlanjut. Kepolisian telah memeriksa tujuh orang saksi untuk mengungkap pelaku di balik insiden tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung mengatakan para saksi yang diperiksa terdiri dari pelapor, tim yang berada di lapangan, serta sejumlah orang yang berada di lokasi kejadian perkara (TKP).
“Dari hasil surat perintah penyidikan maka dilanjut penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi yang tentu dilakukan pemeriksaan secara intens dan sampai saat ini masih terus dilakukan pemeriksaan,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung, Senin (16/3/2026).
“Antara lain kepada pembuat laporan polisi maupun tim yang ada di lapangan dan empat orang yang menjadi saksi TKP (tempat kejadian perkara) sehingga berjumlah 7 orang,” tambah dia.
Selain memeriksa para saksi, penyidik juga berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) guna mendalami peristiwa tersebut. Tim dari lembaga tersebut bahkan telah turun langsung ke lokasi kejadian bersama penyidik.
“Selanjutnya, penyidik berkoordinasi dengan tim Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, yaitu LPSK RI pada tanggal 14 Maret 2026, yang bersama-sama turun ke lokasi tempat kejadian perkara,” imbuhnya.
Di sisi lain, Polda Metro Jaya masih melakukan analisis terhadap kendaraan yang diduga digunakan para pelaku saat menjalankan aksinya. Berdasarkan rekaman kamera pengawas, terdapat dua sepeda motor yang digunakan dan keduanya melaju dengan kecepatan tinggi setelah kejadian.
“Kemudian, pasca-kejadian, mereka dari dua motor ini masing-masing dengan kecepatan atau perilaku yang lebih dari yang sebelumnya ya,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin saat jumpa pers di Polda Metro Jaya.
Polisi juga menelusuri nomor polisi kendaraan yang terlihat dalam rekaman tersebut. Namun, penyidik masih melakukan pendalaman karena terdapat ratusan kemungkinan identitas kendaraan yang muncul dari analisis awal.
“Kemudian untuk nomor polisinya masih kita dalami karena ada sekitar 260 kemungkinan dari nomor yang muncul tersebut, kami masih menganalisa,” jelasnya.
Sementara itu, penyidik masih mengumpulkan berbagai bukti untuk memastikan identitas pelaku maupun pihak yang diduga berada di balik aksi tersebut. Rekaman CCTV yang memperlihatkan dua orang terduga pelaku masih terus dianalisis.
“Untuk yang ter-cover CCTV rekan-rekan sekalian, kebetulan kami masih mendalami yang dua orang tersebut yang terekam CCTV,” imbuhnya.






