KUTIM, Rilismedia.co — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada Oktober 2026 tak sekadar diarahkan menjadi panggung seremoni. DPMPTSP Kutim merencanakan penyelenggaraan expo selama tujuh hari, dengan harapan keramaian kegiatan tersebut mampu menjadi “denyut baru” bagi perputaran ekonomi, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Kepala DPMPTSP Kutim, Novian Prananta, menyampaikan rencana tersebut ketika diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (21/9/2026). Expo direncanakan berlangsung bertepatan dengan rangkaian HUT Kutim pada Oktober 2026. Durasi kegiatan didorong mencapai satu pekan agar kesempatan transaksi dan perputaran ekonomi bagi peserta, khususnya UMKM, menjadi lebih panjang.
“Di Expo itu nanti paling tidak kita menghidupkan kembali perekonomian, untuk tujuan utamanya ya UMKM, teman-teman di UMKM. Makanya kami mengejar satu minggu,” kata Novian.
Menurut dia, pelaksanaan selama tujuh hari diharapkan memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat untuk datang dan berbelanja. Pengalaman kegiatan sebelumnya menunjukkan momentum akhir pekan menjadi salah satu periode penting dalam mendorong aktivitas pengunjung. Karena itu, durasi expo menjadi bagian yang diperhatikan agar dampak ekonominya lebih maksimal.
Agenda expo tersebut juga melengkapi rangkaian kegiatan promosi yang telah diikuti DPMPTSP Kutim sepanjang 2026. Beberapa bulan sebelumnya, DPMPTSP mengikuti Kaltim Expo dan berhasil meraih juara kedua. Kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai sarana promosi untuk memperkenalkan potensi yang dimiliki Kutai Timur.
Setelah Kaltim Expo, DPMPTSP Kutim juga mengikuti kegiatan Apkasi di Tangerang Selatan pada kisaran akhir Agustus hingga awal September 2026. Keikutsertaan dalam berbagai pameran menjadi salah satu saluran untuk membawa informasi mengenai potensi daerah ke ruang yang lebih luas.
Promosi tersebut berjalan beriringan dengan tugas DPMPTSP dalam mendorong investasi. Selain bidang pelayanan perizinan yang memanfaatkan sistem Online Single Submission (OSS), bidang penanaman modal memiliki pekerjaan untuk menarik calon investor agar bersedia menempatkan modal di Kutai Timur.
Salah satu instrumen yang telah disiapkan adalah peta potensi investasi digital yang mencakup 18 kecamatan. Peta tersebut menjadi sarana untuk memperlihatkan peluang yang tersedia di berbagai wilayah Kutim kepada calon investor.
Di sisi investasi, pertambangan dan perkebunan kelapa sawit masih menjadi sektor dominan. Namun, kegiatan expo memberikan ruang yang berbeda karena menyentuh langsung pelaku UMKM dan masyarakat. Perputaran transaksi selama kegiatan diharapkan memberikan dampak ekonomi jangka pendek sekaligus menjadi sarana promosi produk lokal.
Rencana expo selama tujuh hari pada rangkaian HUT Kutim dengan demikian diarahkan bukan sekadar untuk meramaikan peringatan hari jadi daerah. DPMPTSP ingin momentum tersebut ikut menghadirkan ruang usaha bagi UMKM, meningkatkan aktivitas masyarakat, dan menjaga perputaran ekonomi lokal selama rangkaian kegiatan berlangsung. (Dit/ADV/KUTIM).






