SAMARINDA, Rilismedia.co – Kader perempuan asal Kalimantan Timur (Kaltim) didorong mengambil peran lebih besar dalam kepemimpinan organisasi di tingkat nasional.
Semangat tersebut menjadi pesan utama deklarasi dan peluncuran buku Rebut Ruang yang digelar Ketua Korps HMI-Wati (Kohati) Badko HMI Kaltimtara, Andi Wahyuni Muzzakir, di kawasan Citra Niaga, Samarinda, Sabtu (31/10) malam.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Andi Wahyuni untuk memperkenalkan gagasan tentang pentingnya keberanian kader daerah menembus ruang-ruang strategis organisasi. Salah satu pesan yang diusung ialah bahwa latar belakang geografis tidak semestinya membatasi kesempatan seseorang untuk berkompetisi dan mengambil posisi kepemimpinan di tingkat nasional.
Melalui buku yang diluncurkan, Andi Wahyuni mengangkat semangat perjuangan kader yang tumbuh dari daerah, tetapi memiliki orientasi pengabdian lebih luas. Frasa Dari Mahakam menjadi representasi perjalanan tersebut, sekaligus penegasan bahwa kualitas kader tidak ditentukan oleh kedekatannya dengan pusat kekuasaan.
“Dari Mahakam, kader ditempa untuk memahami persoalan masyarakat. Dari Mahakam, gagasan dan semangat pengabdian dibangun. Dari Mahakam pula, lahir keberanian untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar bagi organisasi, umat, dan bangsa,” tegasnya disela-sela kegiatan launching buku Ruang Gerak yang ia selenggarakan.
Bagi Andi Wahyuni, kader perempuan tidak boleh hanya ditempatkan sebagai pelengkap dalam perjalanan organisasi. Mereka perlu memiliki ruang yang setara untuk menyampaikan gagasan, menentukan kebijakan, hingga terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan.
“Perempuan tidak cukup hanya menjadi bagian dari perjalanan organisasi, tetapi juga harus mengambil peran dalam menentukan arah dan masa depan kepemimpinannya,” terangnya.
Gagasan tersebut juga beririsan dengan langkah politik-organisatoris Andi Wahyuni yang kini mulai dipersiapkan sebagai salah satu kandidat Ketua Umum Kohati Pengurus Besar (PB) HMI.
Peluang tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong keterwakilan kader perempuan daerah dalam kepemimpinan organisasi berskala nasional. Dengan bekal pengalaman organisasi dan gagasan yang dibangun dari daerah, kader Kaltim diharapkan mampu bersaing dalam kontestasi kepemimpinan nasional.
Melalui gerakan Rebut Ruang, Andi Wahyuni ingin menegaskan bahwa kader daerah tidak seharusnya menempatkan diri di belakang. Sebaliknya, daerah dapat menjadi tempat lahirnya pemikiran, integritas, dan keberanian untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar.
Semangat dari Mahakam itu pun diharapkan menjadi inspirasi bagi kader perempuan di berbagai wilayah Indonesia untuk memperluas kontribusi sekaligus memperjuangkan posisi strategis dalam organisasi.






