RILISMEDIA.CO, SAMARINDA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji bersama istrinya, Wahyu Hernaningsih Seno, mengunjungi keluarga Yazlyn Syanindita, bayi perempuan berusia 14 bulan asal Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda, yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang tengah berduka.
Dalam kunjungan itu, Seno berbincang dengan ibunda Yazlyn, Sindy Jumatun, serta anggota keluarga lainnya. Ia menyampaikan keprihatinan atas musibah yang dialami keluarga tersebut dan berharap mereka diberi kekuatan dalam menghadapi kehilangan.
“Kami datang karena mendengar kabar ada warga Bukuan yang meninggal dunia, bayi berusia sekitar satu setengah tahun. Kami mencoba berkunjung ke keluarga untuk menyampaikan belasungkawa,” kata Seno saat diwawancarai awak media, Kamis (22/10).
Di tengah perhatian masyarakat terhadap kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Timur, Seno mengingatkan agar penyebab kematian Yazlyn tidak disimpulkan secara terburu-buru.
Menurutnya, penentuan penyebab kematian harus didasarkan pada pemeriksaan dan penjelasan tenaga medis.
“Kita bukan orang medis, jadi tidak boleh memberikan pernyataan apa pun terkait penyebabnya. Kita turut berduka dan mudah-mudahan keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi cobaan ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sindy Jumatun menceritakan kondisi putrinya sebelum meninggal dunia.
Ia mengatakan, pada malam kejadian, Yazlyn baru pulang setelah menjalani kontrol kesehatan. Menurut Sindy, kabut asap di lingkungan tempat tinggalnya saat itu cukup terasa.
Meski demikian, ia tidak dapat memastikan apakah paparan asap menjadi penyebab langsung memburuknya kondisi kesehatan putrinya.
Sindy menjelaskan, Yazlyn sempat menjalani pemeriksaan di poliklinik sebelum diarahkan ke instalasi gawat darurat (IGD). Keluarga kemudian sempat mendapat arahan untuk menjalani rawat jalan sebelum kembali membawa Yazlyn ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Awalnya dari poli, kemudian disuruh ke IGD. Dari IGD disuruh rawat jalan, lalu kembali lagi. Jadi sempat dua kali bolak-balik sebelum akhirnya masuk ruang rawat,” tuturnya.
Kondisi Yazlyn kemudian memburuk saat berada di ruang rawat inap. Menurut Sindy, putrinya sempat mengalami henti napas dan mendapat tindakan pertolongan dari dokter.
Setelah sempat menunjukkan respons, kondisi bayi tersebut masih lemah hingga akhirnya dipindahkan ke ruang perawatan intensif anak atau pediatric intensive care unit (PICU).
“Di ruang rawat inap itu sempat hilang napasnya. Dokter melakukan pompa jantung, sempat ada respons, tetapi kondisinya lemah. Setelah itu baru dibawa ke ruang PICU,” ungkap Sindy.
Sindy mengatakan, Yazlyn tidak lama menjalani perawatan di ruang PICU sebelum akhirnya meninggal dunia. Ia sekaligus meluruskan informasi yang beredar bahwa putrinya sempat menjalani perawatan selama satu malam di ruang tersebut.
Kehilangan putri tercinta menjadi pukulan berat bagi Sindy dan keluarga. Meski demikian, ia berusaha menerima kepergian Yazlyn sebagai takdir Tuhan.
Ia mengaku tidak ingin terus-menerus menyalahkan diri sendiri dengan memikirkan berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi.
“Kalau saya terus berpikir seandainya anak saya lebih cepat ditangani, itu justru akan menimbulkan rasa bersalah pada diri saya sendiri. Jadi, saya menganggap ini takdir dari Yang Maha Kuasa,” katanya.
Sindy juga mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan anak-anak ketika kabut asap melanda.
Ia mengatakan Yazlyn telah menggunakan masker. Namun, ia tidak dapat memastikan apakah paparan asap berpengaruh terhadap kondisi kesehatan putrinya.
Dalam kesempatan tersebut, Seno turut menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap di sejumlah wilayah Kaltim.
Ia berharap hujan segera turun untuk membantu mengurangi asap. Namun, menurutnya, penanganan kebakaran juga harus dilakukan secara berkelanjutan karena api yang telah dipadamkan berpotensi kembali menyala.
“Memang harus hujan supaya asapnya berkurang. Kita sudah berupaya menangani kebakaran dengan baik. Tetapi setelah padam, ketika petugas dan relawan pulang, terkadang api kembali menyala. Ini yang sering terjadi, sehingga penanganannya harus rutin,” jelasnya.
Seno juga mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi telah merekomendasikan peningkatan status penanganan karhutla kepada pemerintah pusat. Saat ini, menurut keterangannya, penanganan masih berada pada status siaga darurat.
Selain itu, ia meminta Polda Kaltim menindaklanjuti dugaan pembakaran lahan yang melibatkan perusahaan maupun masyarakat sesuai ketentuan hukum dan berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kunjungan Seno Aji ke keluarga Yazlyn menjadi bentuk penyampaian belasungkawa di tengah situasi kabut asap yang menjadi perhatian masyarakat. Meski demikian, penyebab pasti kematian bayi tersebut tetap memerlukan penjelasan medis dan tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan kondisi kabut asap di lingkungan tempat tinggalnya.






