CFN Samarinda Disorot, Parkir Liar Dikeluhkan

Samarinda, Rilismedia.co – Pelaksanaan Car Free Night (CFN) 2026 di Jalan Kesuma Bangsa menuai perhatian DPRD Kota Samarinda. Sejumlah persoalan di lapangan, terutama terkait parkir liar dan tarif yang dinilai tidak wajar, menjadi catatan penting dalam evaluasi kegiatan tersebut.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, mengungkapkan keterbatasan kantong parkir di sekitar lokasi CFN menjadi pemicu munculnya juru parkir liar. Area seperti kawasan GOR Segiri hingga pusat perbelanjaan di sekitarnya disebut belum mampu menampung lonjakan kendaraan pengunjung.

Bacaan Lainnya

Akibat kondisi tersebut, banyak kendaraan terpaksa diparkir di pinggir jalan. Situasi ini kemudian dimanfaatkan oleh oknum juru parkir dengan menarik tarif tinggi di luar ketentuan.

“Saya sendiri sempat diminta membayar sampai Rp10 ribu saat menghadiri CFN perdana. Ini tentu harus menjadi perhatian,” ujarnya, Selasa (22/4/2026).

Menurut Rohim, Dinas Perhubungan seharusnya tidak hanya mengatur area inti kegiatan, tetapi juga mengelola titik-titik akses parkir di sekitarnya. Hal ini penting untuk mencegah praktik parkir liar sekaligus menjaga ketertiban lalu lintas.

“Pengelolaan parkir harus menyeluruh, termasuk di area pinggiran yang menjadi akses utama. Kalau semua dikelola resmi, tidak ada celah bagi parkir liar,” tegasnya.

Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan CFN yang dinilai membawa dampak positif bagi masyarakat. Selain berkontribusi pada pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku usaha kecil.

Ia juga menilai pemilihan waktu pelaksanaan pada Sabtu malam cukup efektif, baik untuk mengurai kemacetan maupun menyediakan ruang publik alternatif bagi warga Samarinda.

Ke depan, DPRD mendorong adanya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Pariwisata, guna menghadirkan hiburan yang lebih variatif agar daya tarik CFN semakin meningkat.

Selain itu, Rohim mengusulkan penyediaan fasilitas penunjang bagi pelaku UMKM, seperti tenda atau lapak gratis melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perbankan daerah.

“Kalau fasilitas seperti tenda bisa disiapkan tanpa biaya, tentu akan sangat membantu UMKM agar bisa ikut berpartisipasi tanpa terbebani,” pungkasnya.

Pos terkait