Fakta Iran Tembak Jatuh F-15E dan A-10 Amerika

Rilismedia.co – Iran dilaporkan menembak jatuh dua pesawat tempur militer Amerika Serikat pada Jumat (3/4/2026), yakni A-10 Thunderbolt II (Warthog) dan F-15E Strike Eagle, dalam dua insiden terpisah namun berdekatan waktunya.

Insiden paling disorot adalah jatuhnya F-15E, yang disebut menjadi pertama kalinya pesawat tempur AS ditembak jatuh oleh Iran sejak konflik terbuka kedua negara pecah pada akhir Februari lalu. Peristiwa ini menjadi pukulan bagi pemerintahan Presiden Donald Trump dan memicu operasi penyelamatan berisiko tinggi terhadap pilot yang selamat.

Bacaan Lainnya

Berikut sejumlah fakta penting terkait insiden tersebut:

1. Misi Penyelamatan Diklaim Berhasil
Presiden Trump mengklaim operasi penyelamatan pilot F-15E berlangsung sukses tanpa korban jiwa dari pihak AS. Ia menyebut pilot yang ditemukan dalam kondisi selamat meski mengalami luka-luka.

“Pilot yang diselamatkan mengalami luka-luka, tetapi dia akan baik-baik saja,” kata Trump.

2. Pilot Bersembunyi di Pegunungan Iran
Pasukan elite AS, termasuk Navy SEAL Team 6, menemukan pilot tersebut bersembunyi di celah pegunungan di wilayah selatan Iran. Pilot dilaporkan bertahan lebih dari 24 jam sambil menghindari kejaran pasukan Iran.

Militer AS juga melakukan serangan untuk menjauhkan pasukan Iran dari lokasi persembunyian pilot.

3. Iran Bantah Klaim AS
Pihak Iran membantah keberhasilan penuh operasi tersebut. Mereka mengklaim berhasil menembak dua helikopter dan satu pesawat militer AS yang terlibat dalam misi penyelamatan.

Selain itu, Iran sempat membuka sayembara untuk menemukan pilot F-15E yang jatuh, dengan menawarkan hadiah bagi siapa saja yang berhasil menemukannya.

4. Nasib Pesawat A-10 Warthog
Pesawat A-10 dilaporkan jatuh di kawasan Selat Hormuz, Teluk Persia. Menurut pejabat AS, pilot tunggalnya berhasil diselamatkan.

Sementara itu, militer Iran mengklaim pesawat tersebut berhasil ditembak oleh sistem pertahanan udara mereka. A-10 sendiri merupakan pesawat pendukung yang dikenal dengan kemampuan serangan daratnya, dilengkapi meriam besar dan mampu terbang rendah untuk mendukung pasukan di medan tempur.

Insiden ini semakin mempertegas eskalasi konflik antara AS dan Iran, serta meningkatkan kekhawatiran global terhadap potensi meluasnya perang di kawasan Timur Tengah.

Pos terkait