Usai Copot Kepala BGN, Prabowo Tegaskan Tak Ada Toleransi 

Rilismedia.co – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap siapa pun yang menyalahgunakan amanah rakyat, terutama dalam pelaksanaan program-program strategis nasional yang dibiayai oleh anggaran negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Jawa Barat, dan dihadiri ribuan peserta yang terdiri dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mitra program.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa setiap rupiah yang berasal dari rakyat harus digunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, pemerintah akan bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan penyimpangan.

“Saya tidak akan membiarkan uang rakyat disalahgunakan. Tidak ada perlakuan khusus dan tidak ada pihak yang kebal terhadap hukum,” tegas Presiden.

Prabowo mengungkapkan bahwa sejumlah keputusan yang diambil pemerintah dalam melakukan evaluasi dan pergantian pejabat bukanlah langkah yang mudah. Namun, menurutnya, keputusan tersebut harus dilakukan demi menjaga kepercayaan publik dan memastikan program berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem pengawasan, termasuk meningkatkan peran lembaga pengawas dan aparat penegak hukum agar setiap pelaksanaan program pemerintah dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah langkah pemerintah melakukan perombakan jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Pemerintah sebelumnya menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru menggantikan Dadan Hindayana.

Presiden menegaskan bahwa keberhasilan program Makan Bergizi Gratis harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, pemerintah akan terus melakukan pengawasan agar program yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat tersebut berjalan sesuai sasaran.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengenang pesan almarhum ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo, yang selalu mengingatkan pentingnya berpihak kepada rakyat dalam setiap pengambilan keputusan.

Menurut Presiden, pesan tersebut menjadi pegangan moral dalam menjalankan pemerintahan, terutama ketika harus mengambil keputusan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

“Dalam setiap kebijakan, kepentingan rakyat harus menjadi pertimbangan utama. Itulah prinsip yang terus saya pegang dalam menjalankan amanah sebagai Presiden,” ujarnya.

Prabowo menegaskan pemerintah akan terus menjaga integritas pelaksanaan program-program prioritas nasional dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Pos terkait