Rilismedia.co – Pelaksanaan hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 berlangsung dengan pengawasan ekstra ketat.
Kebijakan ini diterapkan panitia sebagai respons atas temuan kecurangan pada tahun sebelumnya, yang banyak melibatkan peserta dari program studi kedokteran dan kedokteran gigi.
Pada tahun ini, panitia pusat mengidentifikasi hampir 3.000 data anomali dari peserta. Berbagai indikasi kecurangan ditemukan, mulai dari ketidaksesuaian identitas hingga pola pendaftaran yang dinilai mencurigakan sejak tahap awal seleksi.
Modus lama kembali muncul dalam pelaksanaan UTBK, termasuk praktik joki. Panitia mendapati adanya peserta yang sebelumnya pernah mengikuti ujian, namun kembali mendaftar dengan identitas berbeda untuk menggantikan orang lain.
Selain itu, ditemukan pula upaya manipulasi foto saat pendaftaran guna menyamarkan identitas asli.
Panitia menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk kecurangan. Peserta yang terbukti melanggar aturan akan dikenakan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku, demi menjaga integritas seleksi nasional dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon mahasiswa.






