Rilismedia — ASEAN University International (AUI) Malaysia secara resmi menganugerahkan gelar kehormatan Doctor Honoris Causa (Dr. HC) di bidang Islamic Studies kepada Ustadz Naufal Fadhlurrahman Arrafi. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan Al-Qur’an serta dedikasinya dalam menjaga dan mentransmisikan bacaan Al-Qur’an melalui tradisi sanad.
Penganugerahan tersebut berlangsung dalam prosesi resmi di Lotus Hall, lantai dua InterContinental Kuala Lumpur, pada 15 Juni 2026. Acara itu dihadiri jajaran akademik universitas serta sejumlah tamu undangan.
Dalam keterangan resminya, pihak AUI Malaysia menyatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas kontribusi signifikan Naufal dalam penguatan pendidikan Al-Qur’an dan pembinaan keilmuan Islam di tengah masyarakat.
“In recognition of his distinguished contribution to the field of Qur’anic education and his dedication to the preservation and transmission of authentic Qur’anic recitation through the sanad tradition, ASEAN University International hereby awards the honorary degree of Doctor Honoris Causa,” demikian pernyataan resmi universitas.
AUI juga menyampaikan harapan agar penganugerahan ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ustadz Naufal dikenal sebagai pendidik Al-Qur’an yang fokus pada pengembangan qira’at dan sanad, serta penguatan sistem pendidikan Islam berbasis digital. Ia aktif membina program pembelajaran melalui Markaz Online Qiroat ‘Ashim, sebuah lembaga pendidikan Al-Qur’an daring yang menitikberatkan pada literasi Al-Qur’an dan pembinaan generasi Qur’ani secara terstruktur.
Dalam perjalanan keilmuannya, Naufal berguru kepada sejumlah ulama Al-Qur’an, di antaranya Syaikh Yunus Al-Ghalban dan Syaikh Misbah Ibrahim Dusuqi. Dari keduanya, ia memperoleh sanad Al-Qur’an yang menempatkannya dalam mata rantai transmisi keilmuan hingga 28 generasi dari Rasulullah. Ia juga tercatat sebagai pemegang sanad Al-Qur’an dalam sepuluh qira’at.
Dalam sambutannya, Naufal menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut dan menyebutnya sebagai amanah untuk terus berkhidmat.
“Alhamdulillah, saya menerima penghargaan ini sebagai amanah untuk terus berkhidmat dalam pendidikan Al-Qur’an dan dakwah. Semoga menjadi wasilah kebaikan yang berkelanjutan bagi umat,” ujarnya.
ASEAN University International (AUI) Malaysia sendiri merupakan institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan keilmuan berbasis nilai akademik dan profesional dalam skala internasional.
Sementara itu, Markaz Online Qiroat ‘Ashim terus mengembangkan metode pembelajaran berbasis sanad melalui platform digital, dengan tujuan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur’an yang sistematis dan berstandar keilmuan.






