SAMARINDA, Rilismedia.co — Samarinda bersiap mempertahankan prestasi di Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser. Namun, persiapan kontingen justru terbentur persoalan anggaran.
Dalam APBD Murni 2026, dana yang tersedia untuk kebutuhan Porprov hanya sekitar Rp150 juta. Anggaran tersebut sebatas untuk pendaftaran dan persiapan awal, sementara jumlah kontingen Samarinda diproyeksikan mencapai 1.500 hingga 1.700 atlet dan ofisial.
Kondisi itu membuat DPRD Samarinda mendorong penambahan anggaran melalui APBD Perubahan 2026.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, M Novan Syahronny Pasie, mengatakan kebutuhan tambahan yang tengah diperjuangkan berada di kisaran Rp10,5 miliar.
“Usulan sementara kurang lebih Rp10,5 miliar. Ini masih akan dibahas dalam APBD Perubahan,” kata Novan.
Besarnya kebutuhan tersebut bukan tanpa alasan. Kontingen Samarinda harus menanggung biaya keberangkatan, akomodasi, konsumsi, perlengkapan hingga kebutuhan pertandingan dalam ajang olahraga tingkat provinsi itu.
Sebelumnya, KONI Samarinda memperkirakan kebutuhan anggaran lebih dari Rp8 miliar jika kontingen berjumlah sekitar 1.500 atlet. Jika jumlahnya mendekati 1.700 atlet, kebutuhan diproyeksikan menembus Rp10 miliar.
Masalahnya, angka final belum sepenuhnya dapat dipastikan. Jumlah nomor pertandingan dan sejumlah kebutuhan teknis Porprov masih menjadi bagian dari persiapan penyelenggara. DPRD sebelumnya juga menyoroti ketidakpastian tersebut karena berpengaruh langsung terhadap jumlah atlet yang diberangkatkan dan besaran anggaran.
Meski begitu, Pemkot Samarinda menyatakan tidak akan menurunkan target prestasi hanya karena keterbatasan anggaran. Pada April lalu, Pemkot menegaskan tetap mendukung persiapan atlet Samarinda menuju Porprov 2026.
Di sinilah persoalan pembiayaan menjadi krusial. Target prestasi membutuhkan kontingen besar dan persiapan matang, sementara ruang fiskal pemerintah daerah terbatas.
Novan mengatakan DPRD bersama Pemkot akan membahas kebutuhan tersebut agar keikutsertaan Samarinda tidak terganggu persoalan pendanaan.
Namun, tambahan Rp10,5 miliar belum otomatis menjadi anggaran final. Besarannya tetap bergantung pada pembahasan APBD Perubahan dan kemampuan keuangan daerah.
Bagi DPRD, keterbatasan anggaran tidak semestinya membuat atlet menjadi pihak yang menanggung akibatnya.
Samarinda datang ke Porprov bukan hanya membawa jumlah peserta. Kota ini juga membawa target mempertahankan prestasi olahraga daerah.
Karena itu, sebelum kontingen berangkat ke Paser, pemerintah harus memastikan satu hal, target juara tidak berhenti sebagai slogan karena anggaran datang terlambat.






