Kukar Bidik Investor Bangun Industri Pemurnian Pasir Kuarsa

TENGGARONG, Rilismedia.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, mendorong masuknya investasi industri pengolahan pasir kuarsa, rumput laut, hingga pengembangan Pulau Kumala. Ketiga potensi tersebut disiapkan sebagai peluang investasi untuk memperkuat kegiatan ekonomi daerah dan meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Alfian Noor, mengatakan pemerintah daerah tengah mempromosikan sejumlah proyek potensial kepada calon investor. Untuk pasir kuarsa, pemerintah menginginkan adanya fasilitas pemurnian di Kukar sebelum komoditas tersebut dikembangkan lebih lanjut menjadi bahan baku industri.

Bacaan Lainnya

Menurut Alfian, pengembangan industri pemurnian menjadi salah satu harapan Bupati Kukar agar sumber daya alam yang tersedia tidak hanya dimanfaatkan dalam bentuk bahan mentah.

“Harapan Pak Bupati, paling tidak pasir kuarsa itu ada refinery-nya, pemurniannya yang ada di Kutai Kartanegara,” kata Alfian belum lama ini.

Ia menjelaskan, pasir kuarsa memiliki peluang pemanfaatan untuk berbagai kebutuhan industri, termasuk pembuatan kaca dan keramik. Karena itu, DPMPTSP berupaya menawarkan proyek pengolahan tersebut kepada calon investor yang dinilai sesuai dengan karakteristik bahan baku di Kukar.

“Kalau kita melihat dari turunannya kan banyak, bisa buat keramik, bisa buat kaca. Syukur-syukur kalau ada investor yang nanti cocok dengan kondisi pasir kuarsa yang ada di Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Selain pasir kuarsa, pemerintah daerah juga menawarkan potensi pengolahan rumput laut. Menurut Alfian, fasilitas pabrik untuk komoditas tersebut sudah tersedia, tetapi masih memerlukan pembenahan agar pengembangannya dapat dilanjutkan.

DPMPTSP Kukar juga telah menyiapkan dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO), yakni proyek investasi yang dipersiapkan untuk ditawarkan kepada calon investor.

“Kemudian rumput laut, kita kan sudah ada pabriknya, tinggal pembenahan. Dan kita juga sudah membuat IPRO-nya, Investment Project Ready to Offer,” jelasnya.

Kesiapan proyek tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperjelas sebelum penawaran investasi ditindaklanjuti. Pemerintah daerah perlu memastikan kondisi fasilitas yang tersedia, kebutuhan pembenahan, kapasitas produksi, serta prospek pasar produk olahan rumput laut.

Sementara itu, Pulau Kumala juga masuk dalam daftar potensi yang dipromosikan kepada investor. Alfian menyebut kawasan wisata tersebut telah beberapa kali ditawarkan dalam kegiatan ekspo dan akan kembali didorong melalui DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur.

“Pulau Kumala itu sebenarnya siap sudah. Sudah beberapa kali juga Pak Bupati saat kita melaksanakan ekspo, kita tawarkan kepada calon-calon investor,” katanya.

Namun, ketiga peluang tersebut memiliki kebutuhan investasi yang berbeda. Pengolahan pasir kuarsa membutuhkan kepastian pasokan bahan baku dan kelayakan industri, sedangkan pengembangan rumput laut perlu didukung kesiapan fasilitas produksi. Adapun Pulau Kumala membutuhkan kejelasan skema kerja sama dan bentuk pengembangan yang ditawarkan.

Diketahui, hilirisasi rumput laut dan pasir kuarsa masuk dalam potensi yang ditawarkan Kukar untuk mendukung transformasi ekonomi Kalimantan Timur menuju 2045. Pengembangan kawasan industri hijau dan pengolahan hasil perikanan turut menjadi bagian dari pembahasan tersebut.

Dengan demikian, tantangan berikutnya bagi Pemkab Kukar bukan hanya memperkenalkan potensi daerah, tetapi memastikan setiap proyek memiliki informasi bisnis yang memadai sehingga calon investor dapat menilai kelayakan dan peluang pengembangannya.

Pos terkait