Rilismedia.co – Suasana Iduladha 1447 Hijriah di Wisma Indonesia, Paris, berubah menjadi momen penuh haru dan kebanggaan bagi warga negara Indonesia yang berada di Perancis. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam salat Id berjemaah membuat perayaan di tanah rantau terasa lebih hangat dan istimewa.
Ratusan diaspora Indonesia tampak memadati Wisma Indonesia sejak pagi. Tak sedikit yang mengaku tak menyangka bisa merayakan Iduladha sekaligus bertemu langsung dengan kepala negara di negeri orang.
Momen itu dirasakan empat mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Brawijaya, yakni Zeahita, Yuri, Kezia, dan Sindhu, yang tengah berada di Prancis untuk mengikuti kegiatan akademik.
“Sangat spesial ya. Apalagi pas banget kita lagi di Prancis dan kebetulan bertemu sama Pak Presiden. It’s such an honor,” ujar Zeahita.
Kezia mengungkapkan, awalnya mereka datang ke Prancis untuk mengikuti konferensi dan kompetisi Model United Nations di Lyon. Namun perjalanan singkat ke Paris justru menghadirkan pengalaman yang tak pernah mereka bayangkan.
“Sebenarnya kami tidak pernah expect akan salat di sini juga karena kami awalnya berangkat ke Lyon untuk konferensi atau lomba Model United Nations. Tapi berhubung kami mampir ke Paris sebentar, kami memutuskan untuk salat Id di sini, dan kami sangat bahagia karena bisa bertemu banyak rekan-rekan dari Indonesia dan tentunya juga Bapak Presiden,” tutur Kezia.
Bagi Sindhu, suasana Iduladha di Paris menjadi obat rindu terhadap Indonesia. Meski baru dua minggu berada di luar negeri, ia mengaku suasana kebersamaan dengan sesama WNI membuatnya kembali merasakan nuansa kampung halaman.
“Alhamdulillah sangat bahagia. Tentunya kita kangen banget dengan Indonesia, padahal baru dua minggu di Prancis, tapi sudah kangen banget sama Indonesia,” ucap Sindhu.
Hal senada disampaikan Yuri yang menyebut pengalaman salat Id bersama Presiden dan jajaran pemerintah menjadi momen langka yang membanggakan.
“Rasanya cukup menyenangkan dan cukup exciting buat kita semua, buat salat di sini sekaligus bertemu dengan jajaran kepresidenan serta beberapa menteri juga,” ujar Yuri.
Kehangatan Iduladha di Paris juga dirasakan Myrna Damayanti, WNI asal Jakarta yang tengah melakukan perjalanan bisnis. Di tengah suasana kota Paris yang dipenuhi bangunan bersejarah, gema takbir disebut menghadirkan rasa damai tersendiri.
“Di sini rasanya damai. Di antara bangunan-bangunan yang sangat cantik dan historical, kita bisa salat Id dan mendengar takbir. Itu senang banget sih,” tuturnya.
Myrna bahkan mengaku tidak menyangka dapat bertemu langsung dengan Prabowo. Awalnya, ia mengira kabar kehadiran Presiden hanya gurauan dari teman-temannya.
“Teman-teman saya bilang, ‘Oh Myrna mau sama Pak Prabowo ya?’ Itu kayak bercandaan aja. Tiba-tiba saya boleh masuk. Ini sih alhamdulillah banget, benar-benar nggak disangka-sangka,” ucapnya.
Dalam suasana penuh kekeluargaan itu, para diaspora juga tampak menyanyikan lagu-lagu nasional bersama. Momen tersebut memperkuat rasa persaudaraan di antara warga Indonesia yang berada jauh dari tanah air.
Bagi diaspora Indonesia di Paris, Iduladha tahun ini bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan pelepas rindu terhadap Indonesia. Kehadiran Prabowo di tengah masyarakat perantauan pun meninggalkan kesan mendalam bahwa di mana pun berada, warga Indonesia tetap terhubung dalam satu keluarga besar bangsa.






