Andi Harun Soroti Tata Ruang Pasar Segiri Usai Kebakaran

Rilismedia.co – Wali Kota Samarinda Andi Harun menyoroti tingginya potensi kebakaran di kawasan Pasar Segiri setelah meninjau langsung lokasi kebakaran di area pertokoan Jalan Pahlawan, Kamis (26/3).

Menurutnya, insiden tersebut bukan sekadar kejadian biasa, melainkan gambaran dari persoalan lama yang belum terselesaikan, mulai dari tata ruang yang tidak tertata, instalasi listrik yang semrawut, hingga kedisiplinan pedagang yang beragam.

Bacaan Lainnya

“Kalau dilihat secara tata ruang, kondisi Pasar Segiri ini memang sulit dihindari dari potensi kebakaran. Keadaannya sangat potensial sewaktu-waktu terjadi kebakaran,” kata Andi Harun kepada wartawan.

Ia menjelaskan, banyak fungsi ruang di pasar yang sudah tidak sesuai peruntukannya. Selain digunakan untuk berdagang, sejumlah los juga dimanfaatkan untuk memasak bahkan dijadikan tempat tinggal.

“Sudah banyak ruang-ruang fungsi pasar yang saling bertabrakan. Ada los yang dipakai masak, ada juga yang dijadikan tempat tinggal. Kalau kedisiplinannya tinggi, mungkin masih bisa dimitigasi. Tapi pedagang kan macam-macam, ada yang disiplin, ada juga yang kurang,” ujarnya.

Menurut Andi Harun, kondisi tersebut membuka peluang terjadinya kelalaian yang berujung pada kebakaran.

“Tidak ada yang menginginkan kebakaran. Tapi kedisiplinan itu yang kadang memunculkan kelalaian dan akhirnya sesuatu yang tidak kita harapkan terjadi lagi,” imbuhnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kebakaran di Pasar Segiri bukan pertama kali terjadi. Insiden serupa pernah terjadi pada tahun sebelumnya di area yang tidak jauh dari lokasi kebakaran terbaru.

“Kalau tidak salah tahun kemarin juga kebakaran di sebelah sana, malam-malam juga peristiwanya. Jadi memang secara umum, fungsi ruang di sini sudah terjadi konflik,” tegasnya.

Selain persoalan tata ruang, ia menyoroti kondisi instalasi mekanikal dan elektrikal (ME) yang dinilai sudah tidak layak.

“Belum lagi kabel-kabelnya, sudah semrawut, sambung-menyambung. Itu semua jadi bahan pertimbangan kami,” katanya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi dasar Pemerintah Kota Samarinda untuk menggagas peremajaan Pasar Segiri yang telah berusia puluhan tahun.

“Itu yang menjadi dasar kenapa kita punya ide dan gagasan untuk melakukan peremajaan terhadap Pasar Segiri ini. Apalagi memang pasar ini sudah puluhan tahun,” ujarnya.

Ia berharap rencana tersebut mendapat dukungan dari para pedagang agar dapat segera direalisasikan.

“Mudah-mudahan nanti rencana peremajaan pasar ini mendapat dukungan besar dari pedagang. Dan kita bisa membangunnya. Mudah-mudahan tahun depan kita punya ruang fiskal yang cukup untuk memulai itu,” tutupnya.

Sebelumnya, kebakaran hebat terjadi di kawasan pertokoan Jalan Pahlawan, Kelurahan Dadimulya, Kecamatan Samarinda Ulu, sekitar pukul 04.20 Wita. Api baru dapat dikendalikan dua jam kemudian, sekitar pukul 06.20 Wita, setelah upaya pemadaman oleh petugas dan relawan.

Sebanyak 20 kios dan 24 ruko dilaporkan hangus terbakar, serta lima bangunan lain terdampak. Insiden ini juga mengakibatkan enam kepala keluarga atau 24 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun tiga warga mengalami luka ringan dan telah mendapat penanganan. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik, meskipun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Pos terkait