Dr. Sani Dorong Samarinda Fokus pada Tiga Kebutuhan Dasar Warga

SAMARINDA — Di tengah pembangunan kota yang terus bergerak, Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Dr. Sani bin Husain, mengingatkan satu ukuran sederhana yang menurutnya tak boleh luput dari perhatian pemerintah: apakah warga mudah memenuhi kebutuhan makan, mendapatkan pekerjaan, dan mengakses layanan kesehatan.

Tiga hal itu, menurut Sani, merupakan kebutuhan mendasar yang secara langsung menentukan kualitas hidup masyarakat. Ia merangkumnya dalam tiga prinsip sederhana: makan mudah, kerja gampang, dan sehat murah.

Bacaan Lainnya

Pandangan tersebut disampaikan Sani di Kantor DPRD Kota Samarinda, Sabtu, 6 September 2026.

“Kalau warga bisa memenuhi kebutuhan pangan dengan mudah dan harga terjangkau, itu sudah separuh bahagia. Kemudian, kalau mereka gampang mendapatkan pekerjaan yang layak, daya beli terjaga. Dan yang tak kalah penting: akses kesehatan yang murah dan berkualitas. Kalau tiga hal ini terpenuhi, kebahagiaan warga bukan lagi mimpi,” ujar Dr. Sani dengan tegas.

Bagi Sani, pembangunan daerah tidak hanya dapat diukur dari pertumbuhan fisik kota. Infrastruktur memang diperlukan, tetapi kebijakan pembangunan pada akhirnya harus bermuara pada perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia memandang persoalan pangan, lapangan pekerjaan, dan layanan kesehatan sebagai tiga sektor yang saling berkaitan.

Harga kebutuhan pokok yang terjangkau akan membantu menjaga pengeluaran rumah tangga. Di sisi lain, kesempatan kerja menentukan kemampuan masyarakat memperoleh pendapatan. Sementara akses kesehatan yang mudah dan terjangkau menjadi penopang produktivitas warga.

Karena itu, menurut dia, pemerintah perlu memastikan kebijakan di tiga sektor tersebut berjalan secara beriringan.

“Pemerintah kota harus fokus pada program-program yang menyentuh langsung ketiga aspek ini. Bukan sekadar proyek infrastruktur yang megah dan estetik, tapi program yang memastikan warga bisa makan enak tanpa pusing harga, bekerja dengan tenang, dan berobat tanpa khawatir biaya,” tegasnya.

Sani mengakui Samarinda terus mengalami perkembangan sebagai salah satu pusat pertumbuhan di Kalimantan Timur. Namun perkembangan kota, menurut dia, juga perlu diikuti dengan kebijakan yang memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.

Fluktuasi harga kebutuhan pokok, kesempatan kerja, serta kebutuhan terhadap layanan kesehatan menjadi sejumlah persoalan yang perlu terus menjadi perhatian pemerintah dan DPRD.

Sebagai anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani menempatkan isu kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari perhatian dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran.

Menurutnya, kebijakan pemerintah daerah perlu diarahkan pada program yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan warga, terutama kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap kenaikan harga, kehilangan pekerjaan, maupun tingginya biaya kebutuhan dasar.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pandangan Sani mengenai arah pembangunan kota ke depan. Baginya, keberhasilan sebuah pemerintahan tidak semata terlihat dari proyek yang berdiri, melainkan dari sejauh mana masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak.

Saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan dirinya maju dalam kontestasi politik Kota Samarinda pada 2029, Sani mengatakan saat ini dirinya masih memilih fokus menjalankan pengabdian sebagai wakil rakyat.

Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk mengambil peran yang lebih besar apabila pada waktunya dinilai mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

“Apapun jalurnya, tujuan saya sama: memastikan warga Samarinda bahagia. Kalau lewat legislatif bisa lebih berdampak, mengapa tidak saya tetap sebagai penyeimbang dan corong suara rakyat,” pungkasnya.

Bagi Sani, jabatan pada akhirnya hanyalah instrumen. Sementara tujuan yang ingin diperjuangkan tetap sama: memastikan kebutuhan paling mendasar masyarakat tidak menjadi persoalan yang sulit dijangkau.

Makan mudah, kerja gampang, dan sehat murah menjadi tiga gagasan yang ia tawarkan sebagai ukuran sederhana untuk menilai apakah pembangunan benar-benar telah sampai kepada warga.

Pos terkait