Rilismedia.co – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), M. Qodari, mengungkap alasan dirinya dipercaya oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin lembaga tersebut.
Menurut Qodari, penunjukan dirinya kemungkinan besar berkaitan dengan keinginan Presiden untuk meningkatkan peran dan fungsi komunikasi pemerintah ke depan.
“Kalau saya mendengar dan melihat, ya menganalisa, kemungkinan peran dan tugas Bakom ini ingin ditingkatkan volumenya dan intensitasnya,” kata Qodari dalam program Inside Story with Diana Valencia, Selasa (28/4) malam.
Ia pun mengibaratkan dirinya sebagai sosok yang memiliki karakter agresif dalam bekerja. “Kalau ibarat mobil saya ini kan tipenya tipe gas, bukan tipe rem,” ucap dia.
Dalam kesempatan terpisah, Qodari menanggapi pandangan sejumlah pengamat yang menilai pemerintah tengah bersiap menghadapi situasi ‘panas’ setelah penunjukannya dan Hasan Nasbi sebagai penasihat khusus presiden.
Ia menegaskan, Bakom ke depan akan lebih aktif dan agresif dalam menyampaikan berbagai kebijakan pemerintah kepada publik. Hal ini dinilai penting, mengingat banyaknya program baru yang membutuhkan pendekatan komunikasi berbeda.
“Ini katanya [pengamat] duanya ini tipe penyerang begitu. Wah, ini ngajak ribut gitu. Ya saya langsung komentar begini, emang maunya situ nyerang-nyerang terus nggak ada yang jawab gitu ya? Gitu. Enak aje, sorry ye,” kata Qodari di acara serah terima jabatan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/4).
Qodari menggantikan Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Bakom. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP).
Posisi yang ditinggalkannya kini diisi oleh Dudung Abdurachman, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Jabatan Kepala Bakom menjadi posisi ketiga yang diemban Qodari sejak pemerintahan Prabowo Subianto dimulai pada 20 Oktober 2024. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Kepala KSP mendampingi A.M. Putranto.






