KUTIM, Rilismedia.co — Terminal-terminal yang selama ini belum optimal di Kutai Timur (Kutim) mulai dipersiapkan kembali menjadi simpul transportasi. Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim menargetkan pengoperasian secara bertahap terminal tipe C mulai 2027, sejalan dengan rencana hadirnya layanan angkutan bus perintis.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Timur, Masrianto Suriansyah, mengatakan berdasarkan pembagian kewenangan, pemerintah kabupaten memiliki kewenangan terhadap terminal tipe C. Saat ini terdapat sekitar 12 terminal yang tercatat di Dishub Kutim. Sejumlah fasilitas tersebut akan dibenahi secara bertahap agar dapat mendukung pelayanan angkutan darat bagi masyarakat.
“Pemerintah kabupaten hanya memiliki kewenangan pada terminal tipe C. Nah, tipe C kita ini ada sekarang yang sudah tercatat di Dishub ini, ada sekitar 12 terminal. Insya Allah 2027 kita mulai bertahap untuk operasikan,” kata Masrianto saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (16/9/2026) kemaren.
Rencana pengoperasian terminal tersebut tidak berdiri sendiri. Menurut Masrianto, pemerintah daerah sedang membangun sinergi dengan program Kementerian Perhubungan dalam penyediaan angkutan perintis. Koordinasi juga telah dilakukan bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Timur.
Program angkutan perintis tersebut diarahkan untuk membuka dan memperkuat konektivitas antarkawasan di Kutai Timur. Terlebih, wilayah Kutim memiliki cakupan geografis yang luas sehingga transportasi darat masih menjadi kebutuhan penting bagi mobilitas masyarakat antarkecamatan.
“Ini integrasi sinergisitas dari program Kementerian Perhubungan untuk bus perintis, dan ini sudah ditetapkan melalui rapat koordinasi kita dengan Balai Transportasi Darat Kelas II Balikpapan,” ujarnya.
Berdasarkan rencana yang disampaikan Masrianto, sejumlah koridor dipersiapkan untuk mendapatkan pelayanan angkutan perintis pada 2027. Rute tersebut mencakup konektivitas dari Sangatta menuju sejumlah kecamatan, termasuk Sangkulirang, Kaliorang, Wahau, Muara Bengkal dan Muara Ancalong.
Kehadiran angkutan perintis diharapkan membantu masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan pilihan transportasi umum. Program tersebut sekaligus membutuhkan kesiapan terminal sebagai titik keberangkatan, kedatangan maupun perpindahan penumpang.
Karena itu, Dishub Kutim mulai memusatkan perhatian pada pembenahan fasilitas terminal yang akan menjadi bagian dari rute pelayanan. Persiapan dilakukan agar ketika program angkutan perintis mulai berjalan, fasilitas pendukung di daerah juga siap digunakan.
“Nah, untuk target rute operasi bus perintis ini juga di tahun ini kami coba membenahi terminal yang menjadi tujuan bus perintis dan mudah-mudahan ini juga bisa berjalan dengan baik,” kata Masrianto.
Selain pembenahan fisik, Dishub memberikan perhatian terhadap status dan keamanan aset terminal. Masrianto menyebut pengamanan aset seluruh terminal yang telah dimiliki pemerintah daerah menjadi salah satu fokus yang direncanakan pada 2026.
Langkah tersebut diperlukan agar pengembangan terminal pada tahun-tahun berikutnya memiliki dasar pengelolaan aset yang jelas. Dengan sekitar 12 terminal tipe C yang tercatat, pembangunan maupun pengoperasiannya tidak dilakukan sekaligus, melainkan melalui tahapan menyesuaikan prioritas dan kebutuhan pelayanan.
“Juga kami fokus di tahun ini merencanakan pengamanan aset seluruh terminal yang sudah ada. Jadi ini akan bertahap, insya Allah kita bangun,” ujarnya.
Pengaktifan terminal dan rencana layanan bus perintis menjadi dua program yang saling berkaitan dalam memperkuat jaringan transportasi darat Kutai Timur. Terminal dipersiapkan sebagai simpul pelayanan, sedangkan bus perintis diharapkan menjadi penghubung bagi masyarakat pada koridor yang membutuhkan angkutan umum.
Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, 2027 akan menjadi tahap awal pengoperasian terminal tipe C secara bertahap sekaligus penguatan rute angkutan perintis. Program tersebut diharapkan memperpendek kesenjangan akses transportasi antara pusat Kabupaten Kutai Timur dengan kecamatan-kecamatan yang tersebar di wilayah tersebut. (Dit/ADV/KUTIM).






