KUTIM, Rilismedia.co — Roda layanan transportasi gratis bagi pelajar di Kutai Timur (Kutim) terus bergerak. Setelah satu unit bus pelajar mulai beroperasi di Sangatta pada 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim kembali merencanakan pengadaan satu unit bus pada 2027 sebagai bagian dari upaya memperluas pelayanan transportasi bagi siswa.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Timur, Masrianto Suriansyah, mengatakan program bus pelajar merupakan bagian dari visi dan misi Bupati Kutai Timur yang telah dijabarkan dalam 50 program prioritas. Unit yang saat ini beroperasi diadakan pemerintah daerah melalui Dishub pada 2025. Melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan, layanan tersebut kemudian mulai beroperasi pada 2026 dan telah diluncurkan langsung oleh Bupati Kutai Timur.
“Alhamdulillah, pemerintah Kutai Timur melalui Dishub ini sudah mengadakan, ini di tahun 2025. Dan Alhamdulillah, atas kerja sama kita dengan Dinas Pendidikan, di 2026 ini, ini sudah beroperasi dan diresmikan oleh Bapak Bupati langsung,” kata Masrianto saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (16/9/2026).
Bus pelajar tersebut saat ini melayani rute di kawasan Sangatta, termasuk koridor Soekarno-Hatta, SMK Negeri 2 hingga Sangatta Lama. Sesuai kebijakan pemerintah daerah, para pelajar dapat menggunakan fasilitas transportasi tersebut tanpa dipungut biaya.
Operasional bus sepenuhnya ditangani Dishub Kutim. Saat ini baru tersedia satu unit untuk mendukung program tersebut. Meski jumlah armadanya masih terbatas, pemerintah daerah berencana menjaga keberlanjutan program dengan menyiapkan pengadaan armada berikutnya pada 2027.
Berbeda dengan armada yang sudah tersedia, bus yang direncanakan pada tahun depan tidak menggunakan tenaga listrik. Dishub mempertimbangkan penggunaan bus konvensional karena keterbatasan infrastruktur pendukung kendaraan listrik apabila layanan nantinya dikembangkan hingga wilayah kecamatan.
“Dinas Perhubungan insya Allah 2027 akan mengadakan kembali bus pelajar, tetapi bukan bus listrik dikarenakan ketersediaan infrastruktur pendukung bus listrik tidak tersedia di kecamatan. Jadi kita mengganti dengan bus konvensional biasa,” jelasnya.
Lokasi penempatan armada baru belum ditetapkan. Dishub akan kembali berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menentukan wilayah pelayanan berdasarkan kebutuhan pelajar. Langkah tersebut diharapkan membuat penempatan armada tepat sasaran, khususnya apabila layanan mulai diperluas di luar kawasan perkotaan Sangatta.
Masrianto mengatakan satu unit bus telah dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Namun, Dishub masih berharap jumlah armada dapat ditambah agar jangkauan pelayanan semakin luas.
“Untuk tahun depan ini yang sudah kami susun pada RKPD 2027 ini masih satu unit. Mudah-mudahan masih bisa kita perjuangkan untuk bertambah,” ujarnya.
Selain mengandalkan anggaran pemerintah daerah, peluang kolaborasi dengan perusahaan juga mulai dipertimbangkan. Dishub berharap perusahaan yang beroperasi di sekitar kecamatan dapat ikut mendukung pengadaan bus sekolah melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Usulan tersebut nantinya akan disampaikan kepada Wakil Bupati Kutai Timur selaku Ketua TJSL. Kolaborasi dengan dunia usaha dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat penambahan armada, terutama bagi kecamatan yang membutuhkan transportasi sekolah.
“Ini juga akan kita berikan masukan kepada beliau agar juga bisa dapat diprioritaskan diadakan melalui program TJSL-CSR ke depan untuk bus sekolah anak-anak kita yang ada di kecamatan,” kata Masrianto.
Dengan rencana penambahan armada pada 2027, program bus pelajar gratis diharapkan tidak berhenti pada pelayanan di Sangatta. Pemerintah daerah ingin secara bertahap memperluas akses transportasi sekolah yang aman dan terjangkau bagi pelajar di kecamatan-kecamatan Kutai Timur.(Dit/ADV/KUTIM).






