Rela Gaji Dipotong, Anggota DPRD Samarinda Ini Subsidi LPG 3 Kg Cuma Rp10 Ribu Demi Bantu Warga

SAMARINDA, RILISMEDIA.CO — Di tengah tekanan ekonomi yang kian dirasakan masyarakat, langkah tak biasa dilakukan oleh Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Dr. Sani bin Husain. Ia rela “mengorbankan” gaji pribadinya demi menghadirkan program subsidi kebutuhan pokok bagi warga di lingkungan sekitarnya.

Program bertajuk “Ayo Belanja di Toko Tetangga” ini lahir dari dua keresahan utama: menurunnya daya beli masyarakat serta sepinya toko-toko kecil milik warga. Kondisi tersebut diperparah oleh lonjakan harga kebutuhan pokok seperti gas LPG, gula, dan minyak goreng.

Bacaan Lainnya

“Awalnya kami hanya ngobrol di tongkrongan. Sama-sama prihatin melihat omzet toko tetangga turun drastis. Dari situ saya punya inisiatif untuk bantu lewat subsidi langsung,” ungkap Sani.

Melalui program ini, warga bisa menebus kebutuhan pokok dengan harga jauh di bawah pasaran. Gas LPG 3 kilogram, gula 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter masing-masing cukup ditebus dengan harga Rp10.000, dengan syarat membawa kupon subsidi yang dibagikan secara gratis oleh Sani kepada warga sekitar.

“Subsidi ini murni dari gaji saya pribadi, tidak menggunakan sepeser pun uang negara atau APBD,” tegasnya.

Ia pun menyadari konsekuensi dari langkah tersebut. Secara finansial, dirinya mengaku mengalami kerugian. Namun, bagi Sani, kebahagiaan melihat warga terbantu dan toko-toko kembali ramai jauh lebih berharga.

“Apakah saya rugi? Jelas rugi. Tapi hati saya bahagia lihat toko-toko laris dan warga bisa beli dengan harga sangat terjangkau, bahkan mungkin termurah se-Indonesia,” katanya.

Dampak dari program ini tak hanya dirasakan warga, tetapi juga oleh keluarganya sendiri. Sani mengaku harus mengubah pola hidup demi menjaga keberlangsungan program tersebut.

“Yang biasanya makan lengkap, sekarang cukup telur dadar dipotong empat. Ini bagian dari efisiensi yang harus kami contohkan, bahkan sampai ke dapur rumah pejabat,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini masyarakat membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar wacana. Meski belum dapat memastikan sampai kapan program ini berjalan, ratusan kupon telah dibagikan dan manfaatnya mulai dirasakan luas.

“Memang sudah terasa dampaknya ke ekonomi keluarga saya, tapi tidak masalah. Saya sudah terbiasa hidup sederhana sejak kecil,” tuturnya.

Sebagai politisi dari Fraksi PKS DPRD Kota Samarinda, Sani juga membuka ruang bagi siapa pun yang ingin meniru atau mengadopsi program serupa.

“Saya sangat senang kalau ada pejabat lain yang mau melakukan hal yang sama. Bahkan saya siap berbagi konsep program ini kepada siapa saja,” pungkasnya.

Adapun mekanisme program ini cukup sederhana. Setiap warga yang ingin mendapatkan subsidi akan diberikan kupon khusus. Dalam kupon tersebut tersedia tiga pilihan kebutuhan pokok, yakni gas LPG 3 kilogram, gula 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter.

Saat berbelanja di toko yang telah bekerja sama dan tertera dalam kupon, warga wajib menunjukkan kupon tersebut kepada penjual. Setelah itu, pembeli langsung mendapatkan harga subsidi sebesar Rp10.000 untuk masing-masing item yang dipilih.

Selanjutnya, pemilik toko akan mengajukan bukti transaksi pembelian kepada Dr. Sani bin Husain. Dari situlah, selisih harga dari nilai subsidi akan diganti langsung oleh Sani menggunakan dana pribadinya.

Program ini pun menjadi contoh konkret kolaborasi sederhana antara warga dan pelaku usaha kecil, yang berdampak langsung pada perputaran ekonomi di tingkat lingkungan.

Pos terkait