Purbaya Kritik Ekonom soal Isu BBM, Minta Publik Tak Terpengaruh Spekulasi

Rilismedia.co – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik terhadap ekonom Ferry Latuhihin terkait pernyataannya mengenai kondisi ekonomi nasional, termasuk isu potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) setelah Lebaran.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan perhitungan menyeluruh terhadap situasi ekonomi saat ini. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak khawatir terhadap berbagai spekulasi yang beredar.

Bacaan Lainnya

“Jadi enggak perlu takut sampai sekarang. ‘Oh nanti kalau habis Lebaran harga BBM akan naik’, emang dia ahli ekonomi? Kan saya menteri ekonominya, menteri keuangannya. Saya yang hitung. Kita hitung semua,” kata Purbaya dalam media briefing di kantornya, Rabu (25/3).

Ia juga menanggapi kritik yang mempertanyakan langkahnya turun langsung ke pasar untuk mengecek kondisi ekonomi. Menurutnya, hal tersebut penting untuk memastikan kesesuaian antara data makro dan kondisi riil di lapangan.

“Data, di belakang udah saya cek kan. PMI (Purchasing Managers’ Index), apalagi? Consumer confidence, penjualan ritel, penjualan mobil. Terus mereka bilang, kenyataannya seperti apa. Saya cek kenyataannya (ke pasar), ramai juga. Lebaran kemarin? Ramai kan?” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Purbaya secara langsung menyebut Ferry Latuhihin sebagai salah satu pengkritiknya. Ia menilai kritik yang disampaikan tidak didukung pemahaman data ekonomi yang memadai.

“Mereka mah enggak pernah hitung. Coba sebut siapa? Sebut ekonom yang Anda semua sebutin. Siapa yang paling keras ngeritik saya? Ferry Latuhihin, dia kan nyerang saya, katanya saya bodoh, segala macam,” kata Purbaya.

Purbaya juga menyinggung latar belakang Ferry yang dinilainya bukan berasal dari bidang ekonomi pemerintahan, melainkan sebagai analis finansial. Ia menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam mengelola ekonomi negara untuk memahami kondisi secara menyeluruh.

“Jadi kalau enggak ngerti, jangan nakut-nakutin orang dan bilang ekonomi kita mau hancur. Dia enggak pernah pegang data ekonomi. Dia dulu adalah analis finansial,” kata Purbaya.

Lebih lanjut, Purbaya memaparkan rekam jejaknya di bidang ekonomi, termasuk keterlibatannya dalam tim ekonomi pada era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, serta perannya sebagai staf khusus Menteri Koordinator Perekonomian dan di Kantor Staf Presiden.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal dalam merumuskan kebijakan serta membaca dinamika ekonomi nasional, terutama di tengah tekanan global.

Ia pun mengingatkan agar penyampaian pandangan ekonomi kepada publik dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

“Kalau dia tidak menakuti publik, saya enggak peduli. Jadi Anda mesti hati-hati memilih ekonom-ekonom yang bisa memberi masukan yang pas atau tidak ke pemerintah,” kata Purbaya.

Pos terkait