Rilisemdia.co – Seorang prajurit TNI dilaporkan gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon setelah terjadi serangan yang menyasar pos Pasukan Perdamaian PBB atau UNIFIL. TNI mengonfirmasi korban merupakan Praka Farizal Rhomadhon.
Komandan Kodim 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, membenarkan identitas prajurit tersebut. Farizal diketahui bertugas dari Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda, Aceh, dan berasal dari Lendah, Kulon Progo.
“(Almarhum asal) Lendah, Kulon Progo,” kata Dyan saat dilansir dari cnn, Senin (30/3).
Dyan menjelaskan, jenazah Farizal hingga kini masih berada di Lebanon. Pihaknya belum menerima informasi terbaru terkait proses pemulangan maupun jadwal pemakaman.
“Kami belum ada konfirmasi pastinya dari pihak keluarga, dan jenazah almarhum juga kan masih ada di Lebanon saat ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, almarhum akan dimakamkan secara militer sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian selama bertugas.
“Karena almarhum gugur (saat bertugas) maka kita laksanakan upacara pemakaman militer,” pungkasnya.
Secara terpisah, Kepala Dukuh Ledok, Lendah, Kulon Progo, Wakidi, membenarkan bahwa Farizal merupakan warganya. Rumah duka berada di RT 17 Ledok, Lendah, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menurut Wakidi, almarhum meninggalkan seorang istri dan seorang anak perempuan yang masih balita.
“(Anak putri) kurang lebih usia dua tahun,” kata Wakidi saat ditemui di kediamannya.
Pantauan di lokasi menunjukkan tenda dan kursi telah disiapkan di rumah duka. Sejumlah pelayat mulai berdatangan sejak pagi hingga menjelang siang. Karangan bunga duka cita juga terlihat, salah satunya dari Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta.
Sebelumnya, kabar gugurnya prajurit TNI ini juga dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres. Insiden terjadi di dekat Adchit Al Qusayr di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hizbullah.
Dalam pernyataan melalui akun resmi media sosial X, Guterres mengecam keras serangan tersebut.
“Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari@UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama,” tulis Guterres.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan pemerintah Indonesia.
“Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang meninggal, serta kepada Indonesia. Saya berharap agar penjaga perdamaian yang terluka segera pulih sepenuhnya. Ini hanyalah salah satu dari sejumlah insiden baru-baru ini yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian,” katanya.






