TENGGARONG, Rilismedia.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama PDAM sementara mengkaji pemanfaatan waduk lama milik Badan Pusat Statistik (BPS) yang berada tidak jauh dari reservoir PDAM. Langkah alternatif ini ditempuh untuk mengatasi persoalan menyusutnya debit waduk Samboja.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono menyebut, kapasitas produksi air di Waduk Samboja biasanya mampu mencapai 80 liter per detik. Namun demikian, kini hanya sekitar 40 liter per detik. Kondisi tersebut menunjukkan penurunan produksi hingga separuh dari kapasitas yang biasa diandalkan.
“Waduk di Samboja saat ini belum mampu menampung debit air. Kapasitas yang biasanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai 80 liter per detik, sekarang paling banyak hanya 40 liter per detik yang bisa diproduksi,” ucap Sunggono di Kantor Bupati Kukar, Senin (2/11).
Menurutnya, meski hujan mulai turun, intensitas dan distribusinya belum cukup untuk meningkatkan debit air waduk secara signifikan. Dampaknya, produksi air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Samboja dan sekitarnya mengalami penurunan cukup drastis.
“Debit air kita masih sangat rendah karena hujannya masih sporadis dan debitnya belum normal,” ujar Sunggono.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Kukar bersama PDAM mulai menjajaki sejumlah langkah alternatif untuk menjaga pasokan air bersih bagi masyarakat.
Sunggono menyebut, Direktur Utama PDAM telah diminta turun langsung ke lapangan guna berkoordinasi dengan camat dan sejumlah pihak terkait. Salah satu langkah yang tengah dikaji adalah pemanfaatan waduk lama milik Badan Pusat Statistik (BPS) yang berada tidak jauh dari reservoir PDAM.
Waduk tersebut sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber air baku untuk kebutuhan pelayanan PDAM.
“Pak direktur utama PDAM menyampaikan kepada saya, dan kami berdiskusi untuk mencari langkah penanganannya. Sudah ada beberapa alternatif. Beliau harus langsung ke lapangan untuk menemui camat dan beberapa pihak, termasuk BPS yang memiliki waduk di sana, untuk memastikan debit airnya bisa diolah menjadi air baku PDAM Samboja dan sekitarnya,” ungkap Sunggono.
Ia menambahkan, jarak waduk lama tersebut dengan reservoir PDAM diperkirakan sekitar 5 hingga 7 kilometer.
Kedekatan lokasi menjadi salah satu pertimbangan dalam mengkaji kemungkinan pemanfaatannya.
Meski demikian, pemanfaatan waduk tersebut masih memerlukan koordinasi dan kajian lebih lanjut, terutama untuk memastikan ketersediaan debit air serta kelayakannya sebagai sumber air baku.
Pemkab Kukar berharap upaya pencarian sumber alternatif ini dapat menjadi solusi untuk menjaga keberlanjutan pasokan air bersih di Samboja, terutama di tengah kondisi cuaca yang belum sepenuhnya mendukung pemulihan debit air.






