Kukar Pilih Muara Badak Jadi Lokasi Sekolah Rakyat

TENGGARONG, Rilismedia.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat mulai direalisasikan pada 2027. Fasilitas pendidikan yang direncanakan berdiri di Kecamatan Muara Badak itu akan menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan rentan secara ekonomi.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Namun, sebelum pembangunan fisik dimulai, Pemkab Kukar masih harus menuntaskan sejumlah tahapan administrasi, termasuk memperoleh persetujuan Kementerian Sosial (Kemensos) terhadap lahan yang diusulkan.

Bacaan Lainnya
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan Muara Badak telah disiapkan sebagai lokasi pembangunan. Pemerintah daerah kini menunggu proses persetujuan dari pemerintah pusat sebelum melanjutkan tahapan berikutnya.“Insyaallah paling cepat mungkin tahun depan baru. Lokasinya di Muara Badak,” ujar Sunggono saat ditemui di Kantor Bupati Kukar, Senin (2/11).

Ia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat tidak bisa langsung dilaksanakan karena harus melalui prosedur pengusulan dan persetujuan pemerintah pusat. Setelah persetujuan lahan diperoleh, Pemkab Kukar akan melanjutkan proses dengan mengajukan proposal pembangunan.

Sebelumnya, Pemkab Kukar telah menyiapkan lahan seluas tujuh hektare di Desa Batu-Batu, Kecamatan Muara Badak. Lokasi tersebut berada di belakang bekas Kantor Camat Muara Badak.

Diketahui, Sekolah Rakyat yang direncanakan di kawasan tersebut akan dikembangkan secara terpadu untuk jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA. Dari total lahan sekitar 22 hektare milik pemerintah daerah, tujuh hektare disiapkan untuk pembangunan tahap awal.

Rencana tersebut menunjukkan bahwa fasilitas yang disiapkan bukan sekadar bangunan sekolah biasa. Sekolah Rakyat dirancang sebagai lingkungan pendidikan terpadu yang memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Sebelumnya, Sunggono menyebut calon peserta didik Sekolah Rakyat di Kukar akan mengacu pada kelompok masyarakat desil 1 hingga 4 dalam data sosial ekonomi. Dokumen pengusulan program tersebut juga disebut telah berada di Kementerian Sosial.

Secara nasional, Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis dan bermutu dengan sistem berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan kualitas pendidikan.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat hingga April 2026, Sekolah Rakyat telah menjangkau hampir 15 ribu siswa di 166 lokasi yang tersebar di 36 provinsi. Program tersebut juga melibatkan lebih dari 2.500 tenaga pendidik dan kependidikan.

Dengan rencana pembangunan di Muara Badak, Kukar diharapkan dapat memperluas jangkauan program pendidikan afirmatif tersebut. Kendati demikian, kepastian pelaksanaan pembangunan masih menunggu penyelesaian persetujuan lahan dan tahapan administrasi di tingkat pemerintah pusat.

Pos terkait