Rilismedia.co – Kapolsek Panipahan di wilayah Polres Rokan Hilir (Rohil), Riau, AKP Robiansyah dicopot dari jabatannya setelah terjadinya demonstrasi warga yang menuntut penindakan terhadap bandar narkoba. Selain itu, Kanit Reskrim Polsek Panipahan Aipda Rahmat Ilyas juga turut dicopot.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena jajaran Polsek dinilai belum mampu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara optimal, sehingga kondisi sempat berkembang menjadi tidak terkendali.
Pencopotan ini disebut sebagai bentuk evaluasi sekaligus tanggung jawab institusi atas dinamika yang terjadi di tengah masyarakat.
“Ini adalah bentuk evaluasi dan tanggung jawab kami. Kami melihat ada hal-hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam menjaga situasi kamtibmas di Panipahan. Karena itu, kami mengambil langkah tegas,” ujar Irjen Herry mengutip detikcom, Minggu (12/4).
Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak tinggal diam dalam menangani situasi tersebut. Sejak awal kejadian, Kapolres Rokan Hilir bersama Wakil Bupati telah turun langsung ke lapangan untuk meredam ketegangan dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat melalui dialog.
Upaya tersebut dilakukan untuk menenangkan warga sekaligus mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
“Kami bergerak cepat sejak awal. Kapolres bersama Wakil Bupati sudah turun langsung ke lapangan, mengajak tokoh-tokoh masyarakat untuk berdialog dan meredam situasi. Ini bagian dari pendekatan yang kami lakukan agar kondisi segera kondusif,” jelasnya.
Herry menambahkan, penanganan terus berlanjut dengan keterlibatan Polda Riau dan pemerintah daerah yang kembali turun ke lokasi guna memastikan stabilitas keamanan benar-benar terjaga.
Saat ini, kondisi di Panipahan dilaporkan mulai berangsur pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal. Meski demikian, langkah preventif dan pengawasan tetap diperkuat untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan.
Sebelumnya, ratusan warga Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, menggelar aksi unjuk rasa pada Jumat (10/4) sebagai bentuk protes terhadap maraknya peredaran narkoba di wilayah mereka.
Sekitar 150 orang awalnya berkumpul di Masjid Raya Panipahan, lalu bergerak menuju Mapolsek Panipahan untuk menyampaikan tuntutan agar aparat menutup aktivitas terkait narkoba serta menangkap para pelaku, termasuk seorang warga berinisial M.
Setelah aksi penyampaian aspirasi, massa sempat membubarkan diri. Namun, situasi kembali memanas ketika sebagian massa mendatangi rumah seorang pria berinisial A yang diduga sebagai bandar narkoba.
Di lokasi tersebut, massa melakukan pelemparan dan perusakan rumah. Ketegangan meningkat setelah jumlah massa bertambah hingga sekitar 500 orang, sehingga aksi menjadi tidak terkendali.






