Dinkes Kukar Dorongi Patelki Kaltim Deteksi Dini Thalasemia

TENGGARONG, Rilismedia.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengapresiasi pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki) Kalimantan Timur (Kaltim). Forum ini dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membangun sinergi lintas profesi dalam mendukung deteksi dini dan penanganan thalasemia.

Mengusung tema “Satu Tekad, Satu Tujuan: Mewujudkan Patelki yang Profesional, Berdaya dan Mandiri”, Muswil tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan regenerasi kepemimpinan, tetapi juga ruang untuk memperkuat peran Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kukar, dr. Leni Astuti, mengatakan Muswil merupakan bagian penting dari perjalanan organisasi profesi. Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan wadah untuk mengevaluasi program kerja, memperkuat konsolidasi, serta merumuskan arah strategis organisasi ke depan.Ia menjelaskan, pelaksanaan Muswil merupakan hal yang lazim dalam organisasi profesi, termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI), ketika masa kepengurusan berakhir.

“Sama seperti kami juga di Ikatan Dokter Indonesia (IDI), ketika berakhirnya masa kepengurusan, maka kita akan memulai agenda baru dengan melakukan musyawarah wilayah maupun musyawarah cabang,” ujar Leni di Hotel Grand Fatma Tenggarong, (7/11).

Leni juga menyoroti persoalan keterbatasan tenaga kesehatan yang masih menjadi tantangan di Kukar. Secara kuantitatif, kebutuhan tenaga dokter di daerah tersebut belum sepenuhnya terpenuhi, terutama di wilayah pelosok yang memiliki akses pelayanan kesehatan terbatas.
Kondisi serupa, menurutnya, berpotensi turut dirasakan oleh tenaga ATLM yang memiliki peran penting dalam menunjang pelayanan kesehatan.

“Terutama di daerah-daerah pelosok yang jauh-jauh itu sangat kurang tenaga dokter. Mungkin juga termasuk Patelki juga seperti itu,” katanya.

Karena itu, Muswil Patelki diharapkan dapat menjadi ruang konsolidasi dan koordinasi bagi para tenaga ATLM, sekaligus mendorong semakin banyak tenaga laboratorium medik bergabung dalam organisasi profesi. Upaya promosi profesi kepada generasi muda juga dinilai penting agar kebutuhan tenaga ATLM di masa mendatang dapat terpenuhi.

”Bisa menjadi suatu konsolidasi atau koordinasi dari teman-teman para pejuang ATLM untuk mempromosikan agar menjadi anggota Patelki,” tuturnya.

Lebih dari sekadar forum evaluasi, Leni menilai Muswil memiliki arti strategis dalam menentukan keberlanjutan dan kemajuan organisasi. Melalui forum tersebut, diharapkan lahir kepemimpinan yang amanah, visioner, dan berintegritas tinggi.

“Muswil ini juga menjadi momentum penting untuk melahirkan kepemimpinan yang amanah, visioner, berintegritas tinggi demi kemajuan Patelki,” tegasnya.
Kolaborasi ATLM Jadi Kunci Deteksi Dini Thalasemia

Selain agenda organisasi, pelaksanaan seminar bertema “Sadar Selamatkan Generasi: Kolaborasi Tenaga Kesehatan dalam Deteksi Dini, Diagnosis dan Penanganan Thalasemia” turut mendapat perhatian Dinkes Kukar.
Leni menilai tema tersebut sangat relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini.

Penguatan peran ATLM dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung deteksi dini, diagnosis, hingga penanganan thalasemia melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya.

Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium menjadi komponen penting dalam proses penegakan diagnosis. Dokter membutuhkan data laboratorium sebagai pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

“Seperti yang tadi saya bilang, kami pun sebagai seorang dokter sangat membutuhkan peran serta kerja sama dari teman-teman semua,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan Muswil VIII Patelki Kaltim dapat berjalan lancar, tertib, dan aman, serta menghasilkan keputusan yang membawa manfaat nyata bagi peningkatan profesionalisme anggota dan kualitas pelayanan kesehatan di Kalimantan Timur.

Leni juga mengajak seluruh anggota Patelki untuk terus memperkuat organisasi agar semakin inovatif dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Mari jadikan Patelki sebagai organisasi profesi yang semakin kuat, inovatif dan memberikan kontribusi nyata,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris II Dewan Pengurus Pusat (DPP) Patelki, Dimas Prapanca, menilai Muswil DPW Patelki Kaltim menjadi momentum penting dalam menentukan arah perkembangan organisasi ke depan.

Menurutnya, berbagai kebijakan dan dinamika yang berkembang saat ini membuka peluang bagi Patelki untuk terus meningkatkan kapasitas organisasi serta memperkuat posisi profesi ATLM di dunia pelayanan kesehatan.

Ia menyebut Kalimantan Timur memiliki posisi strategis, terlebih dengan berbagai perkembangan yang menjadikan provinsi tersebut berpotensi menjadi pusat pertumbuhan baru di Indonesia. Situasi ini sekaligus menghadirkan tantangan dan peluang besar bagi profesi ATLM.

Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan menghadapi perubahan regulasi yang berlangsung dinamis. Adaptasi terhadap kebijakan baru, tata kelola profesi, hingga sistem pelayanan laboratorium menjadi tuntutan yang tidak bisa dihindari.

“ Saya tahu ini sangat sulit, namun di sinilah letak ujian kedewasaan kita sebagai organisasi yang telah berusia 40 tahun ini,” katanya.

DPP Patelki, lanjutnya, memandang berbagai tantangan tersebut bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai peluang untuk mendorong profesi ATLM semakin profesional, berintegritas, dan memiliki daya saing tinggi.

Ia menegaskan, organisasi tidak boleh bersikap pasif dalam menghadapi perubahan. Patelki harus terus bertransformasi, adaptif terhadap kebijakan yang berkembang, serta mampu memberikan pendampingan kepada seluruh anggotanya.

Organisasi profesi, menurutnya, harus tetap kokoh, responsif, dan mampu membersamai anggota dalam menghadapi berbagai dinamika dunia kesehatan.

“Semoga Muswil hari ini bisa menjadi bagian yang menguatkan DPW Kalimantan Timur, akan terus lahir kader kepemimpinan yang luar biasa dan menjadi momentum konsolidasi yang sehat,” imbuhnya.

Melalui Muswil VIII ini, Patelki Kaltim diharapkan mampu memperkuat fondasi organisasi, melahirkan kepemimpinan yang berkualitas, serta meningkatkan kontribusi ATLM dalam mendukung pelayanan kesehatan yang profesional dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Pos terkait