TENGGARONG, Rilismedia.co – Program beasiswa tematik kesehatan yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menawarkan fasilitas pendidikan hingga peluang kerja setelah lulus. Namun, program tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Dari 156 kuota yang disediakan pada 2026, baru 32 kuota yang terisi.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Kabupaten Kukar, Fathul Alamin, mengatakan beasiswa tematik kesehatan diperuntukkan bagi calon tenaga kesehatan dari berbagai bidang, mulai dari dokter umum, perawat, bidan, ners, psikolog klinis hingga dokter spesialis.
Dengan jumlah penerima yang masih jauh dari kuota tersedia, Pemkab Kukar berencana meningkatkan sosialisasi agar program tersebut semakin dikenal masyarakat, khususnya calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di bidang kesehatan.
“Karena di tahun ini saja dari total 156 kuota yang kita siapkan untuk tenaga kesehatan, baik itu dokter umum, perawat, bidan, ners, psikolog klinik dan spesialis, itu hanya terisi 32 orang sampai hari ini dari 156,” kata Fathul.
Padahal, beasiswa tematik kesehatan menawarkan pembiayaan pendidikan secara penuh beserta sejumlah fasilitas pendukung bagi penerimanya.
Pemerintah daerah menanggung biaya kuliah mulai semester I hingga semester VIII. Penerima juga mendapatkan fasilitas tempat tinggal atau living house serta uang saku untuk mendukung kebutuhan selama menjalani pendidikan.
Tak hanya memberikan dukungan selama kuliah, program ini juga dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di daerah. Setelah menyelesaikan pendidikan, penerima beasiswa direncanakan langsung bekerja di tempat yang telah disediakan.
“Kesehatan ini akan dibiayai full mulai dari biaya kuliah semester I hingga semester VIII, living house, uang saku dan setelah lulus langsung bekerja di tempat yang sudah disediakan,” ujarnya di Tenggarong, Sabtu (24/10).
Fathul menegaskan, bidang kesehatan akan kembali menjadi salah satu prioritas dalam pelaksanaan program beasiswa pada 2027. Pemkab Kukar berharap kuota yang tersedia dapat dimanfaatkan lebih optimal oleh calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan.
Menurutnya, peningkatan sosialisasi menjadi salah satu langkah penting agar masyarakat mengetahui manfaat dan peluang yang ditawarkan melalui program tersebut.
Selain beasiswa tematik kesehatan, Pemkab Kukar juga menyalurkan bantuan pendidikan melalui sejumlah kategori beasiswa lainnya pada 2026.
Untuk beasiswa stimulan bagi santri pondok pesantren, penerima tercatat sebanyak tujuh orang pada tingkat Ula, 16 orang tingkat Wustha, dan delapan orang tingkat Ulya.
Sementara itu, beasiswa stimulan untuk jenjang SMA diberikan kepada 200 penerima, sedangkan jenjang D4/S1 mencapai 798 penerima.
Pada kategori beasiswa tematik lainnya, tercatat masing-masing 10 penerima untuk TITQ Jakarta dan IQI Jakarta. Adapun penerima beasiswa tematik bidang kesehatan umum atau dokter umum berjumlah tiga orang.
Secara keseluruhan, bantuan pendidikan bagi santri pondok pesantren pada 2026 menjangkau 2.197 penerima.
Untuk penyaluran tahap kedua tahun ini, Pemkab Kukar hanya membuka kesempatan bagi kategori beasiswa tematik kesehatan.
Melalui evaluasi pelaksanaan program dan peningkatan sosialisasi, pemerintah daerah berharap semakin banyak calon mahasiswa memanfaatkan beasiswa tersebut. Selain memperluas akses pendidikan, program ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kutai Kartanegara.






