Dispar Kutim Dukung Pelaksanaan Perdana Erau Adat Pelas Benua

KUTIM, Rilismedia.co — Setelah 27 tahun Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berdiri, Erau Adat Pelas Benua akhirnya digelar secara resmi pada 2026. Perayaan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutim ini berlangsung di Lapangan Rumah Pore Adat Besar Kutai, Minggu (11/10/2026).

Dinas Pariwisata Kutai Timur (Dispar Kutim) turut mendukung pelaksanaan kegiatan yang menghadirkan rangkaian prosesi adat, pertunjukan seni budaya, olahraga tradisional, hingga bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Dispar Kutim, Mahriadi, mengatakan pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua berjalan lancar sejak tahap persiapan hingga kegiatan berlangsung. Kelancaran tersebut didukung koordinasi dan keterlibatan berbagai pihak.

“Alhamdulillah, dari persiapan sampai pelaksanaan lancar,” kata Mahriadi.

Rangkaian kegiatan adat meliputi ziarah makam Datuk Sampai bin Lohom, Haul Jamak, Titi Bende, Ngatur Dahar, Beluluh, Merangin, dan Pelas Benua. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi sekaligus memperkenalkan kebudayaan Kutai kepada masyarakat.

Selain prosesi adat, kegiatan juga diramaikan kirab budaya, olahraga tradisional, pertunjukan seni, serta bazar UMKM. Sebanyak 33 UMKM dari Kabupaten Kutai Kartanegara turut berpartisipasi dalam pelaksanaan Erau.

Mahriadi menjelaskan, Dispar Kutim juga melakukan promosi sebelum kegiatan berlangsung melalui sejumlah media, termasuk media sosial yang didukung tim teknologi informasi.

“Promosi tetap kami lakukan sebelum pelaksanaan,” ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua pada tahun mendatang dapat berlangsung lebih meriah dan menarik lebih banyak pengunjung dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.

“Harapannya, tahun depan bisa lebih meriah lagi,” tuturnya.

Pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian adat dan budaya Kutai. Dukungan pemerintah daerah, lembaga adat, serta masyarakat dibutuhkan agar kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan menjadi agenda budaya yang berkelanjutan di Kutai Timur.(dit/Adv/Kutim)

Pos terkait