KUTIM, Rilismedia.co — Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur (Dispar Kutim) berupaya memperluas jangkauan promosi Erau Adat agar menarik pengunjung dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Promosi melalui media sosial dan kerja sama dengan sejumlah media menjadi salah satu cara yang ditempuh untuk memperkenalkan kegiatan budaya tersebut kepada masyarakat lebih luas.
Kepala Dispar Kutim, Mahriadi, mengatakan promosi telah dilakukan sebelum pelaksanaan acara. Pihaknya memanfaatkan saluran digital untuk menyebarkan informasi mengenai Erau Adat, dengan dukungan tim teknologi informasi dan pengelola media sosial.
“Dari Dinas Pariwisata, kami tentu terus melakukan promosi, termasuk dengan menggandeng sejumlah media. Kami juga memiliki tim teknologi informasi (IT) dan pengelola media sosial. Selama ini, promosi paling efektif kami lakukan melalui media sosial,” ujar Mahriadi, Minggu (11/10/26).
Upaya promosi tersebut menjadi bagian dari keinginan Dispar Kutim untuk memperluas minat masyarakat terhadap kegiatan budaya daerah. Jangkauan pengunjung yang lebih luas diharapkan dapat membuka kesempatan bagi masyarakat dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur untuk mengenal tradisi Kutai melalui Erau Adat.
Namun, pelaksanaan kegiatan juga perlu menyesuaikan kondisi daerah dan kemampuan anggaran. Mahriadi menyebut keterbatasan tersebut menjadi pertimbangan dalam penyelenggaraan, tanpa menghentikan upaya untuk tetap menghadirkan kegiatan budaya dengan baik.
“Sebelum acara berlangsung, kami sebenarnya sudah melakukan promosi. Namun, kondisi daerah saat ini juga menjadi pertimbangan. Dengan adanya efisiensi anggaran, kami tetap berupaya bekerja semaksimal mungkin untuk menyelenggarakan Erau dengan baik,” jelasnya.
Ke depan, Dispar Kutim ingin pelaksanaan Erau Adat semakin meriah dan dikenal oleh masyarakat di luar daerah. Promosi berkelanjutan menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kutai sekaligus memperluas daya tarik wisata berbasis tradisi di Kutai Timur.
“Dengan pengenalan yang semakin luas, Erau Adat diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan budaya bagi masyarakat setempat, tetapi juga menjadi daya tarik bagi pengunjung dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur,” tandasnya.(dit/adv/Kutim)






