TENGGARONG, Rilismedia.co – Langkah memperkuat pembinaan atlet penyandang disabilitas terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satu upaya yang kini dibahas adalah penyediaan fasilitas olahraga inklusif yang dapat menjadi pusat latihan sekaligus pengembangan potensi atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kukar.
Rencana tersebut mencuat dalam audiensi Ketua NPCI Kukar Muhammad Bisron bersama jajaran dengan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kukar, Senin (5/10).
Audiensi itu turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kukar Aji Kalbu Pribadi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar Aji Ali Husni, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Di hadapan Bupati, Bisron memaparkan perkembangan pembinaan atlet disabilitas Kukar sekaligus menyampaikan sejumlah program strategis NPCI. Dari pembahasan tersebut, kebutuhan terhadap sarana latihan yang representatif menjadi salah satu perhatian utama.
Menurut Bisron, keberadaan gedung atau fasilitas olahraga inklusif akan sangat membantu atlet menjalani latihan secara lebih terarah dan berkesinambungan.
“Kami sangat mengharapkan adanya fasilitas yang dapat menunjang perkembangan dan peningkatan prestasi atlet disabilitas Kukar,” ujar Bisron.
Kebutuhan tersebut dinilai semakin penting mengingat atlet disabilitas Kukar memiliki sejumlah agenda besar yang harus dipersiapkan sejak jauh hari. Salah satunya adalah Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) yang dijadwalkan berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2028.
Karena itu, pembinaan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan atlet, tetapi juga perlu ditopang dengan sarana latihan yang memadai. Kualitas program latihan, ketersediaan fasilitas, hingga pembinaan berdasarkan cabang olahraga menjadi bagian penting untuk menyiapkan atlet menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyambut positif aspirasi tersebut. Ia mengapresiasi konsistensi atlet disabilitas Kukar dalam mengembangkan kemampuan sekaligus mengharumkan nama daerah melalui berbagai prestasi.
“Kami sangat bangga dengan prestasi yang telah diraih. Semoga peningkatan prestasi ini dapat terus dikelola dan dikembangkan dengan baik,” kata Aulia.
Menurut Aulia, pemerintah daerah pada prinsipnya mendukung penguatan pembinaan olahraga disabilitas. Fasilitas yang memadai, kata dia, dapat menciptakan lingkungan latihan yang lebih optimal sekaligus memberikan kesempatan lebih besar bagi atlet untuk mengembangkan kemampuan.
Untuk merealisasikan rencana pembangunan gedung inklusif tersebut, Pemkab Kukar membuka opsi pembiayaan melalui mekanisme hibah sesuai ketentuan yang berlaku. NPCI Kukar pun diminta segera menyiapkan proposal sebagai bahan pembahasan dalam penyusunan anggaran 2027.
“Silakan persiapkan proposalnya dan diajukan untuk tahun anggaran 2027. Seperti apa mekanismenya ke depan, kita bicarakan lagi sambil menyusun penganggaran tahun 2027,” jelas Aulia.
Ia menekankan agar setiap tahapan perencanaan hingga pelaksanaan nantinya berjalan tertib dan transparan. Untuk memastikan proses tersebut sesuai ketentuan, pihak terkait seperti Kejari Kukar dan Dispora Kukar juga akan dilibatkan dalam pendampingan.
Lebih jauh, fasilitas yang direncanakan tidak hanya dipandang sebagai tempat latihan.
Pemkab Kukar berharap keberadaannya dapat menjadi bagian dari sistem pembinaan jangka panjang, termasuk membuka peluang pencarian dan pengembangan atlet-atlet disabilitas muda yang memiliki potensi.
Dengan pembinaan yang dimulai lebih awal, ditopang fasilitas yang memadai, serta program yang berkelanjutan, atlet disabilitas Kukar diharapkan semakin siap menghadapi kompetisi. Targetnya bukan hanya meningkatkan prestasi, tetapi juga membawa nama Kukar bersaing di panggung olahraga regional hingga nasional, termasuk pada Peparnas 2028.






