Kukar Launching Aplikasi KukarGo, Platform Jual Beli Gratis

TENGGARONG, rilismedia.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi meluncurkan KukarGo bersamaan dengan Arbizz Space di kawasan Taman Pujasera, Tenggarong, Sabtu (3/10) malam.

KukarGo merupakan platform digital milik Pemkab Kukar yang dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen sekaligus menjadi etalase digital bagi produk UMKM lokal.

Bacaan Lainnya

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, kehadiran KukarGo diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mencari dan membeli produk lokal tanpa harus datang langsung ke tempat usaha.

“Sekarang banyak orang mager untuk pergi ke mana-mana. Melalui KukarGo ini, kita ingin menghubungkan antara penjual dan pembeli,” kata Aulia.

Salah satu keunggulan yang ditawarkan pemerintah daerah adalah layanan tanpa potongan transaksi bagi penjual.

“Yang pasti KukarGo ini gratis, tidak ada potongan kepada para penjual,” ujarnya.

KukarGo sebelumnya telah dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Dalam pengembangannya, platform tersebut ditujukan sebagai etalase digital yang menghimpun produk dan jasa UMKM dari berbagai perangkat daerah pembina.

DPMPTSP Kukar menyebut platform tersebut dikembangkan dengan konsep menyerupai e-commerce, sehingga masyarakat dari dalam maupun luar Kukar dapat menemukan berbagai produk dan layanan unggulan UMKM dalam satu platform. Pelaku usaha juga dipersiapkan untuk mengunggah profil usaha, katalog produk maupun jasa, serta memanfaatkan platform sebagai media promosi digital.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar Muhammad Reza sebelumnya menjelaskan, KukarGo akan menghimpun produk UMKM binaan sejumlah organisasi perangkat daerah. Selain Dinas Koperasi dan UKM, terdapat perangkat daerah lain yang terlibat dalam pembinaan UMKM, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata, serta Dinas Pemuda dan Olahraga.

Kehadiran platform tersebut juga memiliki basis pelaku usaha yang cukup besar. Data sementara Dinas Koperasi dan UKM Kukar pada Februari 2026 mencatat terdapat 40.745 pelaku UMKM di daerah tersebut. Namun, pemerintah daerah masih melakukan verifikasi karena sebagian pelaku usaha bersifat musiman dan tidak seluruhnya masih aktif.

Meski telah diluncurkan, sistem KukarGo saat ini masih berada dalam tahap pengembangan. Bupati mengatakan, fungsi penghubung antara konsumen dan penjual masih menggunakan WhatsApp.

“Kita sampai sekarang aplikasi yang kita gunakan sebagai hub adalah WhatsApp. Kita belum punya aplikasi sendiri untuk hub-nya,” jelas Aulia.

Ke depan, Pemkab Kukar menargetkan KukarGo memiliki aplikasi dan sistem yang lebih terintegrasi. Tidak hanya sebagai etalase produk, pemerintah juga berencana mengembangkan sistem pembayaran sendiri.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemkab Kukar telah membuka komunikasi dengan Bankaltimtara.

“Tadi kami juga sudah menyampaikan kepada Bankaltimtara. Semoga Bankaltimtara bisa bekerja sama dengan kami untuk mengembangkan payment untuk KukarGo ini,” katanya.

Rencana tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan karena Bankaltimtara saat ini telah memiliki sejumlah layanan pembayaran digital, termasuk layanan mobile banking yang mendukung transaksi QRIS, e-wallet, transfer dan berbagai pembayaran. Bankaltimtara juga menyediakan layanan pembayaran bagi merchant melalui EDC yang dapat menerima transaksi kartu dan QRIS.

Selain mengembangkan ekosistem digital, Pemkab Kukar juga menyiapkan Arbizz Space sebagai ruang bagi pelaku UMKM. Pada saat peluncuran, seluruh 58 tenan yang disediakan di kawasan tersebut dilaporkan telah terisi oleh pelaku usaha lokal.

Dengan demikian, KukarGo diharapkan tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi berkembang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi digital daerah yang mempertemukan produk UMKM, konsumen, ruang usaha, hingga sistem pembayaran dalam satu jaringan.

Pengembangan tersebut akan menjadi tahap berikutnya setelah KukarGo resmi diperkenalkan kepada masyarakat.

Pos terkait