Iran Bantah Klaim Trump soal Negosiasi dan Penghentian Serangan

Rilismedia.co – Iran merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang mengklaim telah menghentikan sementara serangan militer serta menyebut adanya pembicaraan menuju penyelesaian konflik di Timur Tengah.

Trump sebelumnya menyatakan bahwa Washington dan Iran telah melakukan “percakapan produktif” dalam beberapa hari terakhir untuk mencapai resolusi penuh atas konflik yang berlangsung.

Bacaan Lainnya

“Saya telah memerintahkan departemen perang untuk menunda semua serangan militer terhadap PLTU Iran,” ujarnya melalui media sosial, seraya menambahkan bahwa telah terjadi pembicaraan “sangat baik” untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama beberapa minggu.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pihak Iran. Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan tidak ada negosiasi yang berlangsung antara kedua negara.

Teheran bahkan menuding pernyataan Trump sebagai upaya memengaruhi pasar energi global.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran mengakui adanya pesan yang disampaikan melalui sejumlah negara perantara terkait permintaan dialog dari pihak AS. Meski demikian, Iran menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan langsung yang terjadi sejak konflik dimulai.

Juru bicara kementerian luar negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyampaikan bahwa komunikasi tersebut bukan merupakan negosiasi resmi.

“Selama beberapa hari terakhir, pesan diterima melalui beberapa negara sahabat yang menunjukkan permintaan AS untuk negosiasi yang bertujuan untuk mengakhiri perang,” ujarnya.

“Namun kami membantah adanya negosiasi atau pembicaraan dengan Amerika Serikat selama 24 hari terakhir perang yang dipaksakan,” tegasnya.

Sebelumnya, Trump juga sempat mengultimatum Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu singkat, disertai ancaman serangan terhadap infrastruktur energi. Pernyataan tersebut sempat memicu reaksi pasar, termasuk penurunan harga minyak dan penguatan pasar saham global.

Pos terkait