Kutai Kartanegara — Meski menghadapi tantangan fiskal pada periode 2025–2026, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) tetap berkomitmen memastikan kegiatan keolahragaan di tingkat masyarakat berjalan aktif dan produktif. Keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan bagi pemerintah daerah untuk mengendurkan pembinaan.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan bahwa diperlukan strategi baru untuk menjaga keberlanjutan kegiatan olahraga, salah satunya melalui perluasan kerja sama dengan pihak swasta, komunitas, serta pemangku kepentingan lainnya.
“Memang ada tekanan di sisi pembiayaan untuk tahun 2025–2026. Karena itu, kolaborasi dengan perusahaan maupun elemen masyarakat menjadi kunci untuk tetap menghidupkan kegiatan olahraga di daerah,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).
Aji Ali menjelaskan bahwa dukungan dunia usaha, tokoh masyarakat, hingga komunitas lokal sangat membantu dalam menyediakan fasilitas dan memperkuat ruang pembinaan bagi atlet muda.
Ia menilai semangat gotong royong di sejumlah kecamatan menunjukkan bahwa masyarakat Kukar memiliki antusiasme yang tinggi terhadap olahraga.
Berbagai kecamatan disebut tetap aktif menggelar kegiatan, mulai dari futsal, bola voli, sepak bola, hingga tenis meja. Ia mencontohkan penyelenggaraan turnamen tenis meja di Loa Kulu yang dibuka langsung oleh camat, sebagai bukti kuatnya komitmen masyarakat.
“Banyak kecamatan yang bergerak dan membuat kegiatan secara mandiri. Kami sangat menghargai hal ini karena minat masyarakat tidak berhenti pada satu jenis olahraga saja,” katanya.
Dispora Kukar memastikan tetap memberikan dukungan sesuai kemampuan yang tersedia. Bentuk support tersebut mencakup penyediaan piala, perlengkapan dasar, hingga pendampingan teknis kepada panitia kegiatan di lapangan.
Aji Ali menegaskan bahwa sepanjang bentuk bantuan yang diberikan berdampak pada kemajuan olahraga dan pembinaan atlet, Dispora akan berusaha hadir.
“Selama bantuan dari kami bisa memberi manfaat bagi pengembangan olahraga masyarakat, kami akan berupaya maksimal untuk mendukungnya,” tegasnya.
Ia optimistis bahwa dengan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, dinamika olahraga di Kutai Kartanegara tetap bisa terjaga dan bahkan melahirkan potensi-potensi baru, meski berada dalam situasi anggaran yang menantang.






