Kutai Kartanegara — Upaya mencetak generasi muda yang siap bersaing di institusi pertahanan kini menjadi salah satu fokus utama Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara. Langkah tersebut diperkuat melalui kerja sama strategis dengan sejumlah matra TNI, Polri, serta lembaga pendidikan kedinasan.
Salah satu kolaborasi terbaru diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Dispora Kukar dan Pangkalan TNI Angkatan Laut Balikpapan pada Selasa (18/11/2025). Kerja sama tersebut menjadi bagian dari Program Bintang Pengabdian, sebuah wadah pembinaan yang disiapkan untuk membentuk calon pemuda yang kompetitif, disiplin, dan berkarakter kuat.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyebut program ini dirancang untuk menyiapkan pemuda Kukar menuju proses rekrutmen berbagai institusi negara, baik militer maupun sekolah kedinasan.
“Kami menjalin kemitraan dengan Angkatan Laut, Darat, Udara, Kepolisian, serta beberapa sekolah kedinasan seperti STAN dan STTD. Mereka dikenal sebagai institusi yang membentuk individu yang tahan uji, baik secara mental, fisik, maupun akademik,” jelasnya, Minggu (30/11/2025).
Ali menegaskan bahwa tingginya standar seleksi membuat pemuda membutuhkan pendampingan menyeluruh sebelum melangkah ke proses rekrutmen. Pembinaan dalam Program Bintang Pengabdian mencakup ketahanan fisik, kesehatan, kemampuan akademik, hingga kesiapan mental.
Ia menambahkan bahwa orientasi “pengabdian” dalam program ini bukan sekadar slogan, karena alumni yang diterima diharapkan dapat kembali memberikan kontribusi bagi daerah.
Menurutnya, jumlah pemuda Kukar yang diterima di TNI, Polri, maupun sekolah kedinasan masih sangat terbatas.
“Data menunjukkan bahwa putra-putri Kukar yang berhasil masuk institusi pertahanan masih sedikit. Bahkan untuk sekolah kedinasan seperti STAN atau STTD jumlahnya hanya beberapa orang,” katanya.
Kondisi serupa juga terlihat pada rekrutmen Angkatan Laut. Berdasarkan catatan Pangkalan AL Balikpapan, hanya dua warga Kukar yang tercatat menjadi prajurit AL, masing-masing berasal dari Samboja dan Muara Jawa. Dengan adanya pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) serta rencana pembukaan pangkalan baru di Samarinda, peluang bagi pemuda Kukar diperkirakan semakin terbuka.
Melalui PKS yang telah ditandatangani, peserta Program Bintang Pengabdian akan mendapatkan pendampingan berkelanjutan, mulai dari latihan fisik, pemeriksaan kesehatan, pembekalan administrasi, hingga pemantauan rutin menjelang seleksi.
“Kerja sama ini membantu peserta lebih memahami alur seleksi. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, kita berharap tingkat kegagalan dapat ditekan semaksimal mungkin. Target kami jelas: meningkatkan jumlah pemuda Kukar yang lolos seleksi Angkatan Laut,” ujarnya.
Ali juga menekankan bahwa Kukar menjadi satu-satunya kabupaten di Kalimantan Timur yang telah memiliki kerja sama resmi dengan TNI-Polri dalam pembinaan pra-seleksi. Perjanjian tersebut berlaku selama satu tahun dan terbuka untuk diperpanjang.
Tahun depan, Dispora Kukar menetapkan target besar: dari hanya satu pemuda yang lolos akademi Angkatan Laut tahun ini, pihaknya berharap setidaknya sepuluh dapat diterima pada rekrutmen berikutnya.
“Minat anak-anak kita sangat tinggi, tetapi pembinaan masih perlu diperluas. Kami ingin memberi pemahaman kepada orang tua bahwa masuk TNI bukan sesuatu yang mustahil ketika pembinaannya tepat,” tegasnya.
Dispora Kukar memastikan program ini akan terus diperkuat guna memberi ruang lebih luas bagi generasi muda yang bercita-cita mengabdi di institusi pertahanan maupun lembaga negara lainnya.






