Dispora Kukar Terapkan Pola Kolaboratif untuk Hidupkan Kembali Olahraga Tradisional

Kutai Kartanegara — Upaya melestarikan olahraga tradisional di Kutai Kartanegara mendapat penguatan baru dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar. Tahun ini, pendekatan yang digunakan lebih menekankan kerja sama langsung dengan komunitas yang aktif bergerak, sehingga kegiatan yang difasilitasi benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, menuturkan bahwa pihaknya memberikan dukungan tanpa mempertimbangkan pembagian per kecamatan. Seluruh komunitas memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan fasilitas, selama mereka menunjukkan inisiatif melalui pengajuan permohonan resmi.

Bacaan Lainnya

“Kami tidak menggunakan zonasi kecamatan sebagai dasar. Begitu ada komunitas yang betul-betul siap menggelar kegiatan dan mengajukan permohonan, kami segera menindaklanjuti,” ujar Ari, Senin (1/12/2025).

Ari menyebutkan bahwa sepanjang tahun ini, sejumlah daerah yang aktif bergerak telah mendapatkan fasilitasi dari Dispora. Kegiatan olahraga tradisional di Loa Kulu, Loa Janan, Tenggarong, Loa Ipuh Darat, hingga Sungai Bawang berjalan cukup meriah, bahkan beberapa di antaranya turut dihadiri Bupati Kukar.

Ia mengakui bahwa dukungan tidak bisa diberikan merata karena keterbatasan anggaran. Namun, mekanisme berbasis permintaan dianggap paling adil dan efektif, sebab Dispora dapat memprioritaskan komunitas yang benar-benar menjalankan kegiatan nyata.

“Kami tidak mengatur jatah per kecamatan. Semua bergerak dari kebutuhan di lapangan dan dari mereka yang memang aktif melestarikan olahraga tradisional,” jelasnya.

Bantuan yang diberikan Dispora biasanya berupa fasilitas pelaksanaan kegiatan, termasuk penyediaan hadiah dan doorprize untuk memperbesar antusiasme peserta. Pendekatan ini terbukti mampu menarik minat masyarakat, terutama generasi muda.

“Doorprize dan hadiah itu bukan tujuan utama, tetapi cara untuk menghidupkan suasana. Kami ingin masyarakat merasa dekat dan terlibat, sehingga olahraga tradisional tetap lestari,” katanya.

Ari menambahkan bahwa komunitas memiliki peran sentral dalam menjaga keberlanjutan olahraga tradisional. Karena itu, kerja sama antara pemerintah dan kelompok masyarakat terus diperkuat sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga identitas budaya lokal.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kami berharap olahraga tradisional tidak hanya sekadar dilestarikan, tetapi juga berkembang dan menjadi kebanggaan seluruh warga Kukar,” pungkasnya.

Pos terkait