Perkim Kukar Jajaki Bantuan Baznas hingga TJSL untuk Korban Kebakaran Melayu

TENGGARONG, rilismedia.co – Pemulihan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di Kelurahan Melayu, Tenggarong, mulai diarahkan pada solusi jangka menengah. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya menyiapkan bantuan darurat, tetapi juga membuka peluang kolaborasi untuk membantu korban kembali memiliki hunian layak.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar tengah menjajaki sejumlah skema bantuan pembangunan rumah, termasuk melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kukar dan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan.

Bacaan Lainnya

Kepala Perkim Kukar Muhammad Aidil mengatakan, pembahasan tersebut masih berada pada tahap koordinasi. Pemerintah terlebih dahulu harus menyelesaikan konsep penataan kawasan sebelum menentukan bentuk pembangunan yang akan dilakukan.

“Kami akan bicarakan lagi karena kami juga masih berbicara dengan pihak Baznas. Mungkin akhirnya akan minta bantuan dari program TJSL,” ujar Aidil, Kamis (8/10).

Menurut Aidil, pemerintah tetap berupaya mencari skema yang memungkinkan agar warga terdampak dapat kembali memiliki tempat tinggal.

“Mudah-mudahan kami akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu korban kebakaran,” lanjutnya.

Namun, bantuan pembangunan rumah belum dapat langsung direalisasikan. Perkim Kukar masih harus memastikan konsep penataan kawasan agar rumah yang nantinya dibangun tidak kembali berdiri dalam pola permukiman yang berisiko.

“Kami saat ini memang belum pada tahap untuk pembangunan. Kami juga harus menata ulang lagi supaya nanti bangunannya rapi dan layak untuk dihuni dan sehat,” jelasnya.

Penataan tersebut menjadi penting karena kawasan yang terbakar merupakan permukiman yang berkembang secara bertahap selama puluhan tahun. Sejumlah bangunan berdiri berdekatan dengan akses gang yang relatif sempit.

Kondisi itu sebelumnya turut menyulitkan kendaraan pemadam kebakaran menjangkau sejumlah titik saat api berkobar. Karena itu, konsep pemulihan nantinya tidak hanya menyangkut pembangunan rumah, tetapi juga kemungkinan pembenahan akses dan sarana prasarana lingkungan.

Perkim berencana menyelesaikan perencanaan terlebih dahulu sebelum memaparkannya kepada warga dan pemerintah kelurahan. Masukan masyarakat akan menjadi bagian dari pertimbangan sebelum pemerintah menentukan langkah berikutnya.

“Kalau penataan ulang ya mungkin yang terdampak dulu. Untuk keseluruhan nanti dibicarakan di lain, tapi ini yang lumayan cepat harus cepat ditangani adalah korban kebakaran,” katanya.

Sementara itu, penanganan warga terdampak sudah berjalan sejak sehari setelah kebakaran. Pemkab Kukar menyiapkan tempat tinggal sementara bagi warga yang kehilangan hunian.

Diketahui, sekitar 50 kepala keluarga kehilangan rumah dalam kebakaran di Jalan AM Alimuddin Gang 1, RT 33, Kelurahan Melayu. Pemkab Kukar kemudian berkoordinasi dengan Baznas dan Muhammadiyah untuk menyiapkan sejumlah lokasi yang dapat digunakan sebagai tempat tinggal sementara bagi warga yang membutuhkan.

Pemerintah juga melakukan pendataan dengan membedakan kondisi warga yang sebelumnya menempati rumah milik sendiri dan mereka yang tinggal di rumah sewaan. Pendataan tersebut menjadi dasar untuk menentukan bentuk bantuan yang sesuai kebutuhan masing-masing keluarga.

Langkah serupa juga diberitakan RRI. Pemkab Kukar disebut tengah mencari solusi hunian sementara bagi keluarga yang tidak memiliki tempat untuk tinggal setelah rumah mereka terbakar, dengan melibatkan Baznas dan Muhammadiyah.

Di sisi lain, kebutuhan dasar korban terus dipenuhi pemerintah. BPBD Kukar telah menyalurkan bantuan logistik dan mendirikan dapur umum di lokasi terdampak untuk memastikan kebutuhan pangan warga selama masa tanggap darurat.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri juga turun langsung ke lokasi pada Kamis (8/10/2026) dan menyerahkan bantuan kepada warga. Peninjauan tersebut didampingi sejumlah perangkat daerah, termasuk BPBD, Dinas Sosial, Perkim, Satpol PP, Camat Tenggarong, Perumda Tirta Mahakam, PLN dan Lurah Melayu.

Bantuan dari pihak swasta juga mulai bermunculan. PT Kaltim Melati Bhakti Satya (Perseroda), misalnya, menyalurkan sembako, pakaian layak pakai dan perlengkapan tidur melalui program KTMBS Peduli.

Aidil mengatakan, pola kolaborasi tersebut masih terbuka untuk dikembangkan. Jika skema bantuan dari Baznas maupun TJSL dapat direalisasikan, pemerintah berharap proses pemulihan warga dapat berjalan lebih cepat.

Namun, pembangunan kembali tidak akan dilakukan sekadar mengganti rumah yang terbakar. Pemerintah ingin menjadikan proses tersebut sebagai bagian dari penataan kawasan agar hunian warga lebih layak, sehat dan aman.

Dengan demikian, pemulihan pascakebakaran Melayu akan berjalan dalam dua tahap besar: memastikan warga memiliki tempat berlindung dalam jangka pendek, sekaligus menyiapkan konsep hunian dan kawasan yang lebih tertata untuk jangka panjang.

Pos terkait