Rilismedia.co – Setelah sempat tertunda selama dua bulan, Musyawarah Daerah (Musda) ke-7 Himpunan Warga Buton Samarinda (HWBS) akhirnya selesai hingga finish dengan terpilihnya ketua umum baru, Syarifudin Tangalindo.
Jumat (21/11) di Lapangan Matanasurumba kawasan Jalan Anggur, Kota Samarinda, dengan suasana sederhana menjadi saksi sejarah ditengah tingginya dinamika demokrasi entitas Buton di Samarinda.
Sebelumnya Musda HWBS sempat digelar pada 21 September di Hotel Royal Park dengan peserta dari 10 paguyuban sub etnis. Sempat terjadi insiden, suasana memanas saat memasuki Pleno IV pemilihan ketua umum dengan dua figur, yakni Saprudin Saida Panda dan Syarifudin Tangalindo. Akhirnya sidang diskorsing dengan waktu yang tidak ditentukan.
Setelah serangkaian komunikasi dan konsolidasi, Pleno IV yang sempat tertunda sebelumnya akhirnya dilanjutan pada 21 November. Musyawarah berjalan tenang, terarah. Para tokoh paguyuban tampak mengedepankan musyawarah mufakat.
Musyawarah diawali dengan menanyakan kembali kesiapan kedua kandidat. Syarifudin Tangalindo dengan komitmennya diawal tetap lanjut sebagai kandidat, sementara
Saprudin Saida Panda sebagai figur yang ditokohkan, hadir bak orang tua yang merangkul keseluruhan. Dari berbagai pertimbanganya, dia mempercayakan estafet kepemimpinan kepada figur muda.
Tidak lewat dari satu jam akhirnya Musda selesai dan Syarifudin Tangalindo terpilih secara aklamasi. Dengan demikian HWBS resmi memiliki nahkoda baru menggantikan La Bia, yang sebelumnya ditinggal mangkat almarhum Dr. La Sina.
Melalui sambutan via video call, Syarifuddin Tangalindo tak lupa mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin HWBS 5 tahun kedepan. Ia menegaskan pentingnya rekonsiliasi serta pemulihan hubungan internal.
“Setelah ini saya akan segera membangun komunikasi dengan seluruh komponen masyarakat buton samarinda. Oleh sebab itu saya mohon doa dan dukungannya. Inshallah senin saya pulang ke samarinda dan bertemu dengan seluruh komponen paguyuban samarinda untuk mendengarkan saran dan masukan demi kelancaran penyusunan struktur organisasi,”ujarnya dalam sambungan video tersebut.
Dia berharap dengan dinamika yang ada jadi kekuatan baru untuk semakin bersatunya warga Buton di Samarinda. Menurutnya kehadiran HWBS harus dapat dirasakan oleh masyarakat Buton secara khusus dan masyarakat kota Samarinda pada umumnya.
Musda ke-7 pun ditutup dengan seruan memperkuat peran HWBS di tengah Kota Samarinda. Para peserta berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan arah organisasi yang lebih inklusif, modern, dan relevan dengan kebutuhan warga Buton di perantauan.






