Kutim Rekrut 160 Guru Ngaji untuk Perkuat Pendidikan Karakter

Kutai Timur, Rilismedia.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat pendidikan karakter dan nilai keagamaan di sekolah dengan merekrut 160 guru ngaji, untuk ditempatkan pada satuan pendidikan di bawah kewenangan daerah.

Program ini menjadi salah satu langkah Pemerintah Kutim, untuk memastikan peserta didik tidak hanya memperoleh penguatan literasi dan numerasi, tetapi juga pendidikan moral yang lebih sistematis.

Bacaan Lainnya

Langkah tersebut, dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat yang menginginkan pendidikan agama lebih terstruktur di sekolah-sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono, menyebut bahwa keberadaan 160 guru ngaji ini merupakan hasil seleksi yang digelar Pemerintah Daerah pada tahun sebelumnya.

Mereka saat ini bertugas mengajar di sekolah-sekolah negeri, terutama pada jenjang dasar, sebagai bentuk penguatan muatan keagamaan yang selama ini banyak menjadi aspirasi masyarakat.

Selain itu, sekolah-sekolah swasta berbasis yayasan juga memiliki guru TPA/TPQ internal, namun tidak termasuk dalam pendataan pemerintah karena status kepegawaian mereka berbeda.

Mulyono menjelaskan bahwa tidak ada istilah “honor daerah” khusus untuk guru ngaji. Sistem penggajian tetap mengikuti mekanisme yang berlaku, yakni melalui dana BOS pusat atau Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) bagi yang masuk dalam skema yang memungkinkan.

Ini membuat kesejahteraan guru ngaji, sepenuhnya bergantung pada alokasi anggaran sekolah dan regulasi penggunaan dana BOS.

Walaupun demikian, Pemerintah Daerah memastikan bahwa status guru ngaji tetap mendapat perhatian agar operasional pembelajaran di sekolah berjalan lancar.

Di lapangan, guru ngaji juga diberi kebebasan untuk menyesuaikan metode pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik.

Hal ini penting karena Kutim memiliki keragaman lingkungan sekolah dari kawasan tambang, pesisir, hingga pedalaman, yang memerlukan pendekatan pengajaran berbeda.

Keberadaan guru ngaji juga memperkuat program pendidikan karakter, yang selama ini menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten.

Menurut pengamatan Rilis Media, langkah Pemerintah Kutim menambah guru ngaji sejalan dengan meningkatnya harapan publik terhadap pendidikan berbasis akhlak di tengah tantangan sosial seperti penggunaan gawai berlebihan, perundungan, dan melemahnya kontrol sosial di lingkungan keluarga.

Pemerintah menilai sekolah tidak boleh sekadar menjadi tempat transfer pengetahuan, tetapi juga pusat pembentukan moral dan perilaku peserta didik.

Dengan total 160 guru ngaji yang kini aktif mengajar, Kutai Timur menjadi salah satu daerah di Kaltim, yang mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam struktur pembelajaran formal dengan cukup konsisten.

“Pemerintah hadir untuk memastikan pendidikan agama berjalan baik, dan Guru ngaji adalah bagian penting dari upaya kita membentuk karakter anak-anak Kutim,” tutupnya. (Adv-Diskominfo Kutim/Saif)

Pos terkait