TENGGARONG, Rilismedia.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menyiapkan Program Kredit Kukar Idaman Terbaik sebagai kelanjutan dari program Kredit Kukar Idaman. Melalui program ini, pelaku usaha berpotensi memperoleh kredit dengan plafon hingga Rp500 juta tanpa bunga.
Namun, fasilitas tersebut tidak diberikan secara sembarangan. Pemerintah daerah akan menerapkan mekanisme dan seleksi untuk memastikan kredit benar-benar diterima oleh pelaku usaha yang memiliki kegiatan produktif.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kutai Kartanegara dalam wawancara saat di Pendopo Odah Etam, Kamis (1/10) malam.
Bupati menjelaskan, Kredit Kukar Idaman Terbaik merupakan pengembangan dari program Kredit Kukar Idaman yang sebelumnya telah berjalan. Karena itu, calon penerima tetap harus melalui sejumlah mekanisme yang telah ditetapkan.
“Satu hal yang harus dipahami bahwa Kredit Kukar Idaman Terbaik ini merupakan lanjutan dari Kredit Kukar Idaman. Artinya, ada mekanisme yang harus dilalui. Mekanisme Kukar Idaman Terbaik plafonnya itu sebesar Rp500 juta dan tanpa bunga,” katanya.
Bunga kredit tersebut nantinya ditanggung oleh pemerintah daerah melalui skema subsidi.
“Bunganya ditutup oleh Pemerintah Daerah melalui proses subsidi. Artinya, kita juga ingin selektif dalam memberikan kredit ini,” ujarnya.
Menurutnya, sikap selektif diperlukan karena subsidi bunga tersebut pada akhirnya menggunakan anggaran yang bersumber dari masyarakat.
Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin fasilitas kredit justru diberikan kepada penerima yang tidak mampu mengelolanya dengan baik sehingga berujung pada kredit macet.
“Kita khawatir, takut kalau seandainya kredit ini landing pada orang yang salah, maka akan terjadi kredit macet. Bila kredit macet, maka berpotensi akan menimbulkan masalah yang besar karena kita menggunakan APBD untuk menutupi bunga di kredit Kukar Idaman Terbaik,” paparnya.
Manfaatkan Dividen Bank Kaltimtara
Terkait sumber pembiayaan program, Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan mengoptimalkan dividen dari penyertaan modal Pemkab Kukar di Bank Kaltimtara.
Menurutnya, skema tersebut disiapkan agar pembiayaan program tidak semakin membebani struktur APBD yang telah ada.
“Kalau seandainya misalnya tahun lalu, sebenarnya tahun ini kita siap kick off program itu dengan persiapan anggaran sebesar Rp14 miliar. Karena dividen kita tahun 2025 di Bank Kaltimtara itu Rp14 miliar,” katanya.
Dana tersebut nantinya akan dikombinasikan dengan dividen yang diperoleh pada tahun berikutnya untuk kemudian diarahkan sebagai pembiayaan program.
“Nanti anggaran sebesar Rp14 miliar itu kita jumlahkan dengan anggaran tahun 2026. Kita dapatkan dividen berapa nanti, itu yang kita dorong sebagai pembiayaan kita untuk program. Jadi, tidak membebani pembiayaan di APBD yang sudah ada di APBD sebelumnya,” jelasnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan berupaya mengoptimalkan sumber pendanaan tersebut.
“Jadi, kita mengoptimalkan dividen kita yang ada di Bank Kaltimtara,” bebernya.






