Jelang Musim Tanam, Kukar Pastikan Benih dan Pupuk Tersedia

TENGGARONG, rilismedia.co — Perubahan jadwal musim tanam membuat Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) masih menghitung kebutuhan benih yang akan disalurkan kepada petani. Pendataan dilakukan agar bantuan pertanian sesuai dengan kebutuhan kelompok tani di lapangan.

Melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak), pemerintah daerah juga memastikan distribusi pupuk bersubsidi tetap berjalan. Petani diminta aktif melaporkan kebutuhan melalui sistem yang telah ditentukan agar alokasi bantuan tidak meleset dari kebutuhan sebenarnya.

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Rifany, mengatakan penyaluran bantuan benih dari pemerintah pusat masih menunggu penyelesaian verifikasi kelompok tani yang telah mengajukan permohonan.

Bantuan tersebut direncanakan berasal dari Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP). Distanak Kukar bertugas mengumpulkan pengajuan kelompok tani, memeriksa kebutuhan, kemudian meneruskan hasilnya kepada pemerintah pusat.

“Penyaluran benih nantinya melalui BRMP. Saat ini kami masih memeriksa pengajuan dari kelompok tani agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Rifany.

Menurutnya, ketersediaan benih saat ini masih dalam kondisi aman. Meski demikian, jumlah yang akan diterima masing-masing kelompok belum dapat ditentukan karena pendataan kebutuhan secara keseluruhan masih berlangsung.

Perbedaan waktu tanam di sejumlah wilayah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses penghitungan tersebut. Sebagian petani mulai memasuki masa tanam pada September, sedangkan kelompok lainnya baru memulai pada Oktober.

“Kami harus menghimpun seluruh data terlebih dahulu karena jadwal tanam petani tidak seragam. Setelah semua kebutuhan terkumpul, barulah jumlah benih yang diperlukan bisa dihitung secara lebih akurat,” ujarnya.

Perbedaan jadwal itu membuat pemerintah perlu menyesuaikan perencanaan distribusi dengan kondisi masing-masing wilayah. Tanpa data yang memadai, penyaluran berisiko tidak sesuai dengan waktu petani membutuhkan benih.

Selain benih, pupuk bersubsidi menjadi kebutuhan penting yang turut dipantau menjelang musim tanam. Pemkab Kukar menyebut pemenuhan kebutuhan pupuk dilakukan melalui mekanisme Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Melalui mekanisme tersebut, kelompok tani harus memasukkan data kebutuhan pupuk ke dalam sistem agar jumlah yang diperlukan dapat dihitung dan diproses sesuai ketentuan.

Rifany menegaskan, keaktifan kelompok tani dalam memperbarui data menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan kebutuhan pupuk mereka tercatat.

“Petani perlu memastikan kebutuhan pupuk kelompoknya sudah dimasukkan ke dalam sistem RDKK. Dengan data yang lengkap, alokasi dapat disesuaikan sehingga kebutuhan pupuk bisa dipenuhi sesuai perencanaan,” tuturnya.

Ia menyampaikan, pemerintah pusat telah memastikan pemenuhan kebutuhan pupuk secara keseluruhan. Karena itu, potensi kelangkaan di tingkat petani diharapkan dapat ditekan selama proses pendataan berjalan dengan baik.

“Kami berharap tidak terjadi kelangkaan pupuk. Namun, kelompok tani juga harus aktif menyampaikan kebutuhan melalui sistem yang tersedia agar penyalurannya bisa direncanakan dengan tepat,” kata Rifany.

Hampir seluruh kelompok tani di Kukar masuk dalam pendataan kebutuhan benih maupun pupuk. Kendati demikian, waktu pengajuan dan jumlah kebutuhan masing-masing kelompok berbeda mengikuti kondisi serta jadwal tanam di wilayahnya.

Pendataan dan verifikasi menjadi tahap penting dalam memastikan bantuan pertanian menjangkau kelompok yang membutuhkan. Pemerintah daerah perlu mencocokkan pengajuan dengan kebutuhan aktual petani, terutama ketika jadwal tanam berubah.

Di sisi lain, kelompok tani juga perlu memastikan data yang disampaikan lengkap dan sesuai kondisi di lapangan. Ketidaktepatan data dapat memengaruhi perencanaan alokasi maupun waktu penyaluran sarana produksi.

Pemkab Kukar melalui Distanak menyatakan akan melanjutkan verifikasi untuk mendukung penyaluran benih dan pupuk yang lebih tepat sasaran.

Bagi petani, kepastian ketersediaan sarana produksi tidak hanya menyangkut jumlah bantuan, tetapi juga kesesuaiannya dengan waktu tanam. Benih dan pupuk yang tersedia sesuai kebutuhan dapat membantu menjaga kelancaran kegiatan produksi pertanian.

Karena itu, hasil pendataan yang akurat serta koordinasi antara kelompok tani, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat menjadi faktor penting untuk mendukung musim tanam di Kutai Kartanegara.

Pos terkait