Gubernur Kaltim Minta Maaf soal Polemik Rumah Jabatan

Rilismedia.co – Di tengah gelombang kritik dan kegaduhan publik yang tak kunjung mereda, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, akhirnya angkat suara. Dengan nada yang lebih teduh dari biasanya, ia menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur.

Permintaan maaf itu disampaikan melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya. Sebuah pengakuan yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga sarat emosi.

Bacaan Lainnya

Di hadapan publik, Rudy mengakui bahwa berbagai kebijakan dan polemik belakangan ini telah menimbulkan kegaduhan yang melukai kepercayaan masyarakat.

“Dengan tulus, saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur,” ucapnya dalam video tersebut.

Sorotan publik memang menguat dalam beberapa pekan terakhir. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah rencana anggaran renovasi rumah dinas gubernur yang mencapai sekitar Rp25 miliar.

Meski Rudy menegaskan bahwa anggaran tersebut tidak hanya untuk rumah pribadinya, melainkan mencakup kompleks fasilitas pemerintahan seperti rumah dinas wakil gubernur, pendopo, hingga guest house , gelombang kritik telanjur membesar.

Tak berhenti di situ, berbagai fasilitas penunjang yang dinilai mewah mulai dari kursi pijat hingga elemen interior lainnya ikut menjadi bahan perdebatan publik. Dalam pernyataannya, Rudy menyatakan kesiapan untuk menanggung secara pribadi sejumlah item yang dianggap tidak esensial, termasuk fasilitas tertentu yang dinilai berlebihan.

Di sisi lain, isu keterlibatan keluarga dalam lingkup pemerintahan juga turut menjadi sorotan. Rudy menyatakan akan mengevaluasi dan bahkan menghapus peran anggota keluarga yang berada dalam struktur tim di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan penyesalan atas pernyataannya yang sempat membandingkan keluarganya dengan tokoh nasional, termasuk adik dari Prabowo Subianto, yang menuai reaksi beragam dari publik.

Dalam pengakuannya, Rudy menyadari bahwa setiap ucapan dan kebijakan seorang kepala daerah memiliki dampak luas, terutama di tengah sensitivitas masyarakat terhadap isu keadilan dan penggunaan anggaran.

Permohonan maaf ini menjadi titik penting dalam dinamika politik di Kalimantan Timur sebuah momen ketika seorang pemimpin memilih untuk merunduk di tengah badai kritik, sambil berjanji bangkit dengan arah yang baru.

Pos terkait