Evakuasi Dramatis Korban Helikopter di Sekadau

Rilismedia.co – Proses evakuasi korban kecelakaan helikopter Airbus H-130 bernomor registrasi PK-CFX di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, berlangsung penuh tantangan.

Tim SAR gabungan bersama prajurit TNI AD dari Kodam XII/Tanjungpura harus menembus medan ekstrem demi mengevakuasi delapan korban jiwa pada Jumat (17/4).

Bacaan Lainnya

Komandan Korem 121/Abw, Brigjen TNI Purnomosidi, mengungkapkan bahwa proses evakuasi dilakukan secara manual karena kondisi geografis yang tidak memungkinkan dilalui kendaraan.

“Medan yang kami hadapi sangat menantang, berupa perbukitan curam dan hutan lebat. Tidak ada jalur kendaraan, sehingga seluruh kantong jenazah harus dipikul secara manual oleh personel di lapangan sejauh berkilo-kilometer hingga sampai ke posko,” kata Purnomosidi.

Delapan jenazah yang terdiri dari dua kru dan enam penumpang harus dibawa dengan berjalan kaki selama berjam-jam melintasi hutan dalam kondisi gelap. Menurut Purnomosidi, perjalanan darat tersebut memakan waktu sekitar 6,5 jam hingga akhirnya rombongan tiba di posko SAR gabungan.

“Dengan kondisi yang melelahkan, rombongan evakuasi akhirnya tiba di Posko Tim SAR Gabungan di Gereja Katolik Santo Yohanes, Dusun Gandis. Selain jenazah, tim juga berhasil mengamankan barang-barang milik korban serta instrumen penting black box (kotak hitam) untuk keperluan investigasi lebih lanjut,” jelas Purnomosidi.

Setibanya di posko, seluruh jenazah langsung dipindahkan ke delapan unit ambulans untuk kemudian dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak. Proses pemindahan hingga perjalanan ke rumah sakit mendapat pengawalan ketat dari personel Sub Pom Sanggau dan Satlantas Polres Sekadau guna memastikan kelancaran dan keamanan.

Pos terkait