TENGGARONG, Rilismedia.co — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperluas aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Hingga saat ini, aktivasi IKD di Kukar telah mencapai lebih dari 10 persen dari target 20 persen penduduk wajib KTP.
Jika dihitung berdasarkan jumlah penduduk, capaian tersebut telah menembus lebih dari 60 ribu orang.
Kepala Disdukcapil Kukar, Muhamad Iryanto, mengatakan capaian tersebut masih akan terus ditingkatkan dengan melibatkan berbagai pihak.
“IKD kita sudah 10 persen lebih dari target 20 persen. Lumayan besar jumlahnya karena penduduk kita kan banyak. Itu jumlahnya kalau diangkakan sudah lebih dari 60 ribu orang untuk wajib KTP,” kata Iryanto, Kamis (15/10).
Ia mengatakan, Disdukcapil Kukar saat ini tengah mencari pola agar aktivasi IKD dapat dilakukan secara lebih masif dan tidak hanya bergantung pada pelayanan di kantor. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggandeng jajaran Polres Kukar.
Hampir seluruh anggota Polres Kukar disebut telah melakukan aktivasi IKD. Mereka nantinya diharapkan dapat menjadi agen yang membantu mengajak masyarakat lain menggunakan identitas kependudukan digital.
“Kita ingin lebih tinggi lagi. Mudah-mudahan ini bisa tercapai dengan kerja sama berbagai pihak, termasuk nanti dengan Polres,” ujarnya.
Menurut Iryanto, penggunaan IKD juga diharapkan dapat mendukung ketepatan sasaran penerima bantuan sosial. Data berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dalam sistem IKD diharapkan dapat membantu proses pencocokan data kependudukan.
“Harapannya IKD ini akan menjadi alat untuk memastikan agar penerima bantuan itu tepat sasaran. Jadi by NIK di IKD itu akan terlacak oleh Dinas Sosial atau Kemensos sehingga yang namanya tidak tepat sasaran itu dapat diminimalisir seoptimal mungkin,” jelasnya.
Tak berhenti pada aktivasi oleh petugas, Disdukcapil Kukar juga tengah merancang konsep IKD Plus. Melalui konsep tersebut, masyarakat yang telah memiliki IKD nantinya diharapkan dapat membantu mengaktivasi IKD milik orang lain, misalnya teman atau anggota keluarga.
Iryanto mengatakan, gagasan tersebut masih dalam tahap perancangan karena aspek keamanan harus menjadi perhatian utama.
“Kami sementara mencari pola supaya nanti kawan-kawan termasuk masyarakat kita ingin ada Duta Disdukcapil. Jadi tidak hanya operator saja yang mengaktifkan IKD masyarakat, melainkan masyarakat pun nanti bisa meng-IKD-kan temannya atau keluarganya. Sistem ini disebut IKD Plus,” ungkapnya.
Ia memberikan gambaran, pemilik IKD Plus nantinya dapat membantu mengaktivasi IKD milik warga lain tanpa harus datang langsung ke kantor Disdukcapil.
“Misalnya, jika ada sudah punya IKD Plus itu bisa mengaktivasikan teman yang belum punya IKD tanpa harus ke Disdukcapil. Tapi itu kami rancang supaya aman. Nah, ini belum ketemu clue-nya supaya bisa terlaksana,” katanya.
Untuk memperluas jangkauan pelayanan, Disdukcapil Kukar juga mulai menyasar ruang-ruang publik, termasuk kafe.
Dalam beberapa waktu terakhir, petugas mulai mendatangi kafe untuk memberikan edukasi sekaligus membantu pengunjung melakukan aktivasi IKD.
“Nah, yang sudah sering berjalan selama sepekan ini kawan-kawan sudah merambah ke kafe-kafe. Nah, di situ kan mengedukasi sekaligus mengaktifkan pengunjung kafe, jadi tanpa harus bawa laptop lagi sebenarnya,” ujar Iryanto.
Disdukcapil Kukar juga menyiapkan tim bernama Densama yang akan bertugas melakukan aktivasi IKD di sejumlah kafe.
Iryanto berharap pola pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat tersebut dapat mempercepat pencapaian target aktivasi IKD di Kukar.






