TENGGARONG, Rilismedia.co — Capaian administrasi kependudukan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan perkembangan positif. Hingga September 2026, sejumlah indikator pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kukar dilaporkan telah melampaui target nasional, lebih awal dari batas akhir tahun.
Capaian tersebut tidak hanya ditopang oleh pelayanan rutin, tetapi juga melalui pengembangan inovasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap dokumen kependudukan. Salah satunya Bunga Desaku, inovasi layanan yang telah lolos seleksi administrasi di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
Kepala Disdukcapil Kukar, Muhamad Iryanto, mengatakan pencapaian target menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat memperoleh dokumen administrasi kependudukan secara mudah dan tepat waktu.
“Sejak awal tahun, kami terus mendorong seluruh indikator cakupan administrasi kependudukan agar memenuhi target nasional, termasuk perekaman. Hingga September ini, sejumlah indikator sudah melampaui target yang ditetapkan untuk tahun berjalan,” kata Iryanto usai menghadiri Rapat Koordinasi LPTQ di Kantor LPTQ, Jalan Jelawat, Kamis (15/10).
Meski demikian, capaian tersebut tidak membuat Disdukcapil Kukar berhenti berinovasi. Peningkatan kualitas pelayanan tetap menjadi perhatian, terutama untuk menjangkau masyarakat yang selama ini menghadapi kendala jarak dan akses dalam mengurus dokumen kependudukan.
Salah satu upaya yang dikembangkan Disdukcapil Kukar adalah inovasi Bunga Desaku. Program tersebut telah lolos seleksi administrasi KemenPAN-RB dalam kategori Multi Kanal Layanan.
Inovasi ini juga dipresentasikan dalam kompetisi inovasi pelayanan publik tingkat Provinsi Kalimantan Timur dengan nama Pepes Ikan Peda.
Iryanto berharap inovasi tersebut dapat melaju ke tahapan berikutnya. Menurut dia, perluasan kanal pelayanan menjadi penting agar masyarakat tidak hanya bergantung pada layanan yang tersedia di kantor Disdukcapil.
“Bunga Desaku kami dorong agar akses pelayanan administrasi kependudukan semakin terbuka bagi masyarakat. Jangkauannya diharapkan sampai ke tingkat desa, termasuk wilayah pelosok yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan,” ujarnya.
Pengembangan inovasi tersebut sejalan dengan dorongan pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah dijangkau. Dengan memperluas akses layanan, masyarakat diharapkan dapat mengurus dokumen kependudukan tanpa harus menghadapi hambatan jarak yang berlebihan.
Selain mengembangkan inovasi pelayanan, Disdukcapil Kukar memperluas kerja sama dengan sejumlah rumah sakit, termasuk fasilitas kesehatan yang berada di Samarinda.
Kerja sama tersebut menjadi salah satu upaya mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada warga Kukar yang menjalani perawatan di luar daerah. Melalui mekanisme yang telah disepakati, pengurusan dokumen tertentu dapat dilakukan melalui rumah sakit mitra.
Iryanto menjelaskan, kerja sama tersebut mencakup kebutuhan dokumen kependudukan dalam sejumlah peristiwa penting, seperti kelahiran maupun kematian warga.
“Warga Kukar yang melahirkan, menjalani perawatan, atau mengalami peristiwa kematian di rumah sakit mitra tetap bisa mendapatkan pelayanan dokumen kependudukan melalui kerja sama yang telah dibangun,” jelasnya.
Dalam pelayanan kelahiran, misalnya, bayi yang dilahirkan oleh ibu berstatus warga Kukar dapat langsung diproses dokumen kependudukannya melalui rumah sakit mitra.
Dokumen yang dapat diurus mencakup akta kelahiran, pencantuman data bayi dalam Kartu Keluarga (KK), penerbitan Nomor Induk Kependudukan (NIK), hingga Kartu Identitas Anak (KIA), sesuai mekanisme dan persyaratan administrasi yang berlaku.
Skema tersebut diharapkan mengurangi kebutuhan keluarga untuk mendatangi kantor Disdukcapil secara terpisah setelah proses persalinan. Selain mempermudah masyarakat, integrasi pelayanan juga menjadi langkah untuk mempercepat pemenuhan dokumen kependudukan sejak awal.
Capaian target nasional dan pengembangan inovasi menjadi dua aspek yang terus didorong Disdukcapil Kukar. Namun, keberhasilan pelayanan administrasi kependudukan tidak hanya ditentukan oleh angka cakupan, melainkan juga oleh kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan.
Karena itu, perluasan jaringan pelayanan melalui desa dan rumah sakit menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan publik.
Iryanto menegaskan, orientasi utama Disdukcapil Kukar adalah memastikan pelayanan semakin mudah dijangkau dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Yang kami utamakan bukan hanya pencapaian target, tetapi juga bagaimana kualitas pelayanan terus meningkat dan masyarakat semakin mudah mendapatkan dokumen kependudukan yang dibutuhkan,” pungkasnya.






