Bahlil Sinyalkan Harga Pertamax Bisa Naik

Rilismedia.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberi sinyal harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax berpotensi mengalami penyesuaian mengikuti perkembangan harga minyak dunia.

Menurut Bahlil, mekanisme harga BBM nonsubsidi sepenuhnya mengacu pada pasar global. Dengan demikian, setiap kenaikan atau penurunan harga minyak mentah internasional akan berdampak pada harga jual di dalam negeri.

Bacaan Lainnya

“Kalau harganya (minyak dunia) turun, ya nggak naik. Tapi kalau harganya begini terus (naik), ya mungkin (Pertamax) pasti ada penyesuaian,” ujarnya di kantornya, Senin (20/4).

Ia menjelaskan, sejumlah BBM nonsubsidi sebelumnya sudah mengalami kenaikan karena tekanan harga minyak dunia yang masih tinggi. Dalam APBN, harga minyak mentah Indonesia (ICP) dipatok sekitar US$70 per barel, sementara harga global saat ini masih berada di atas US$90 per barel.

Adapun BBM nonsubsidi yang telah mengalami kenaikan meliputi Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara itu, harga Pertamax hingga kini masih bertahan di level Rp12.300 per liter.

“Saya katakan bahwa kalau yang untuk BBM non-subsidi itu ada penyesuaian harga. Tahap pertama mungkin sekarang dilakukan seperti sekarang. Tahap berikutnya kita lihat penyesuaian,” terangnya.

Meski demikian, Bahlil memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tidak akan mengalami kenaikan. Pemerintah tetap menjaga stabilitas harga kedua jenis BBM tersebut demi melindungi daya beli masyarakat.

“Pemerintah bisa menjamin itu kan adalah harga subsidi dan itu kan peraturan Menteri ESDM 2022 kan sudah jelas itu ada formulasinya,” pungkasnya.

Pos terkait