Kutai Timur, Rilismedia.co – Menghadapi tekanan fiskal akibat penurunan Dana Transfer Umum (DTU), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) menyiapkan strategi komprehensif untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.
Strategi tersebut, meliputi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), efisiensi belanja, hingga pembentukan skema pembiayaan alternatif melalui kemitraan swasta.
Plt Sekretaris Bappedda Kutim, M. Syaiful, menyampaikan bahwa pemerintah tidak bisa terus bergantung pada Pemerintah Pusat, karena fluktuasi transfer bisa mempengaruhi program daerah.
“Kami terus menggenjot PAD, sekaligus memangkas belanja di sektor-sektor yang tidak prioritas,” jelasnya.
Peningkatan PAD dilakukan melalui optimalisasi sektor unggulan daerah, reformasi retribusi daerah, serta perbaikan sistem pendapatan melalui digitalisasi.
Syaiful menegaskan bahwa, perbaikan sistem keuangan daerah harus dilakukan untuk menjaga kelancaran pendapatan dan menghindari kebocoran anggaran.
Selain meningkatkan PAD, Pemkab Kutim juga memperkuat efisiensi belanja dengan menata ulang kegiatan organisasi perangkat daerah.
Kegiatan seremonial, yang dianggap tidak berdampak langsung kepada masyarakat akan diminimalisir.
Upaya lain yang tidak kalah penting, adalah menjalin kemitraan pembiayaan dengan pihak swasta melalui skema investasi, kerja sama pemanfaatan aset, dan proyek Public Private Partnership (PPP).
“Skema pembiayaan dengan swasta mulai kita siapkan. Ini penting agar pembangunan tetap berjalan meski fiskal terbatas,” ucapnya.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas pembangunan sekaligus memastikan program-program prioritas tidak berhenti.
“Ini tentang bagaimana kita menjaga arah pembangunan agar tetap bergerak di tengah keterbatasan anggaran,” tambahnya.
Dengan kombinasi peningkatan PAD dan kerja sama swasta, pemerintah yakin dapat mempertahankan kualitas layanan publik yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
“Walaupun fiskal menurun, komitmen pelayanan tidak boleh ikut menurun. Itu prinsip Kita,” tutupnya. (Adv-Diskominfo Kutim/Andika)






