Pemkab Kutim Perkuat Basis Data Pelaku Ekraf untuk Susun Program Pembinaan

Sangatta, Rilismedia.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat basis data pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) sebagai langkah awal penyusunan program pembinaan yang lebih terarah. Pendataan dan validasi lapangan saat ini tengah berlangsung di seluruh kecamatan, menyusul terbentuknya Bidang Ekraf di Dinas Pariwisata Kutim tahun ini.

Kepala Bidang Ekraf Dinas Pariwisata Kutim, Akhmad Rifanie, mengatakan proses pendataan menjadi tahapan penting untuk memastikan setiap program yang disiapkan pemerintah sesuai kebutuhan pelaku kreatif. Ia menjelaskan, sebelumnya data Ekraf berada di bawah kewenangan Dinas Koperasi dan UMKM.

Bacaan Lainnya

“Data pelaku Ekraf dulunya dipegang Dinas Koperasi dan UMKM. Karena bidang ini baru terbentuk, tim kami melakukan pendataan langsung di lapangan agar data yang dikumpulkan benar-benar valid,” ujarnya di Sangatta, Kamis (13/11/2025).

Menurut Rifanie, validasi diperlukan untuk memetakan karakteristik dan kebutuhan pelaku kreatif secara lebih akurat. Ia menyebut sektor Ekraf di Kutim menunjukkan pertumbuhan signifikan dan menjadi salah satu pilar ekonomi yang terus menguat.

“Pelaku ekonomi kreatif di Kutim mengalami pertumbuhan yang sangat bagus. Ekraf merupakan sektor penting karena mengandalkan kreativitas dan pengetahuan sumber daya manusia sebagai faktor utama produksi,” katanya.

Pendataan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Nantinya, data yang dihimpun menjadi dasar penyusunan program pembinaan, mulai dari pelatihan peningkatan kapasitas, fasilitasi akses pembiayaan, hingga dukungan promosi dan pembukaan pasar digital maupun offline.

Selain itu, Pemkab Kutim juga menyiapkan skema inkubasi bisnis melalui kemitraan dengan institusi pendidikan dan komunitas kreatif. Upaya itu diharapkan membentuk ekosistem Ekraf yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Rifanie menambahkan, setidaknya terdapat empat subsektor yang tumbuh paling pesat dan menjadi fokus pendataan, yaitu kuliner, kriya, pariwisata, dan desain. Dari keempat subsektor tersebut, sektor kuliner dinilai berkontribusi paling besar terhadap aktivitas ekonomi harian.

Ia menegaskan pemerintah berkomitmen memberikan dukungan lebih kuat agar pelaku kreatif Kutim dapat bersaing dan memaksimalkan potensi daerah. “Sektor kreatif memiliki peluang besar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru di Kutai Timur,” tukasnya. (adv/diskominfokutim/syaif)

Pos terkait