Bunga Desaku Terbaik, Adminduk Kukar Tembus 300 Ribu

TENGGARONG, Rilismedia.co – Inovasi Bunga Desaku yang dikembangkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil meningkatkan penerbitan dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) hingga melampaui 300 ribu dokumen dalam setahun. Capaian tersebut mengantarkan inovasi pelayanan berbasis desa dan kelurahan itu meraih predikat terbaik pertama dalam Pekan Inovasi dan Kreativitas Daerah.

Peningkatan tersebut menjadi bukti keberhasilan Disdukcapil Kukar dalam memperluas jangkauan pelayanan administrasi kependudukan. Sebelum inovasi ini diterapkan, jumlah penerbitan dokumen hanya berkisar 50 ribu hingga 100 ribu per tahun.

Bacaan Lainnya

Kepala Disdukcapil Kukar, Muhammad Iryanto, mengatakan penghargaan tersebut diraih berkat dampak nyata Bunga Desaku dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Biasanya hanya 50 ribu hingga 100 ribu. Tapi, ini sudah melampaui 300 ribu,” ungkap Iryanto di Tenggarong, Senin (2/11) lalu.

Menurutnya, peningkatan tersebut tidak terlepas dari perubahan pola pelayanan yang sebelumnya lebih terpusat di kantor Disdukcapil Tenggarong. Kini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan administrasi kependudukan melalui narahubung yang tersedia di kantor desa maupun kelurahan.

Bunga Desaku merupakan inovasi yang mulai dikembangkan sejak 2023. Program ini menempatkan pemerintah desa dan kelurahan sebagai penghubung antara masyarakat dengan Disdukcapil dalam pengurusan dokumen kependudukan.

Melalui mekanisme tersebut, warga dapat mengurus berbagai kebutuhan administrasi, mulai dari kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el), akta kelahiran, kartu identitas anak (KIA), hingga pencatatan peristiwa penting lainnya.

Masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke Tenggarong, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah kecamatan dengan jarak geografis cukup jauh dari pusat pemerintahan.

Iryanto menjelaskan, pendekatan pelayanan berbasis desa dan kelurahan juga menjadi solusi untuk mengatasi persoalan keterbatasan akses masyarakat. Sebab, kondisi geografis Kukar yang luas membuat tidak semua warga memiliki kemudahan menjangkau kantor pelayanan kabupaten.

“Pelayanan kita sudah dikembangkan sehingga memudahkan masyarakat mendapatkan dokumen kependudukan secara mudah, cepat, dan gratis. Jadi, tidak perlu pakai calo, cukup di desa,” tegasnya.

Selain mempermudah proses pengurusan, pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian dari pengembangan layanan tersebut. Dokumen yang telah selesai diproses dapat dikirimkan kepada pemohon melalui surat elektronik maupun WhatsApp. Dengan begitu, masyarakat bisa mengunduh dan mencetak dokumen secara mandiri tanpa harus kembali ke kantor Disdukcapil.

Disdukcapil Kukar juga mengembangkan layanan pengurusan secara daring sebagai alternatif bagi masyarakat yang memiliki akses internet dan ingin mengurus dokumen secara mandiri.

Meski demikian, pelayanan melalui narahubung desa tetap menjadi bagian penting, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan dalam memenuhi persyaratan administrasi.

Capaian Bunga Desaku tidak hanya terlihat dari peningkatan jumlah dokumen yang diterbitkan. Inovasi tersebut juga memperkuat kolaborasi antara Disdukcapil dengan pemerintah desa dan kelurahan dalam memastikan kebutuhan administrasi kependudukan masyarakat dapat terlayani.

Penghargaan terbaik pertama dalam Pekan Inovasi dan Kreativitas Kabupaten Kukar tersebut diserahkan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, di Gedung Bappeda Kukar pada 27 Oktober 2026 lalu. Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap inovasi perangkat daerah yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Disdukcapil Kukar juga menerima pencatatan kekayaan intelektual dari Kementerian Hukum untuk tiga inovasi pelayanan, yakni Bunga Desaku, PAYUNG CAREK (Pelayanan Langsung Pencatatan Sipil dari Rumah ke Rumah), dan DENSANAK (Dengan Santai Urus Administrasi Kependudukan).

Ketiga inovasi tersebut memiliki pendekatan berbeda, tetapi diarahkan pada tujuan yang sama, yakni memperluas jangkauan pelayanan administrasi kependudukan.

PAYUNG CAREK, misalnya, menghadirkan pelayanan langsung ke rumah warga yang memiliki keterbatasan untuk mendatangi tempat pelayanan. Sementara DENSANAK membawa layanan administrasi kependudukan ke ruang publik agar lebih mudah dijangkau masyarakat.

Di sisi lain, Iryanto menyebut capaian cakupan kepemilikan dokumen kependudukan di Kukar juga terus menunjukkan perkembangan positif. Sebagian besar target nasional disebut telah terlampaui menjelang akhir 2026.

Pihaknya tetap berupaya mengoptimalkan pelayanan hingga seluruh indikator yang ditetapkan dapat tercapai pada 31 Desember 2026.

Iryanto menegaskan, penghargaan yang diperoleh tidak menjadi alasan bagi jajarannya untuk berpuas diri. Penguatan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan akan terus dilakukan agar pemerataan pelayanan dapat berjalan berkelanjutan.

Bagi Disdukcapil Kukar, peningkatan penerbitan dokumen hingga melampaui 300 ribu dalam setahun menjadi gambaran bahwa mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dapat mengurangi hambatan birokrasi dan geografis.

Ke depan, pengembangan inovasi tersebut diharapkan semakin memastikan seluruh masyarakat Kukar memperoleh hak administrasi kependudukan secara mudah, cepat, gratis, dan tanpa harus bergantung pada jasa perantara.

Pos terkait