KUTIM, Rilismedia.co — Rencana pembangunan jembatan timbang di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), masih menunggu penyusunan dokumen studi kelayakan atau feasibility study (FS). Dari lima lokasi yang disurvei Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), tiga titik dinilai layak untuk ditindaklanjuti sebagai lokasi fasilitas pengawasan kendaraan angkutan.
Kepala Bidang Angkutan dan Lalu Lintas Angkutan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Abdul Muis, mengatakan penyusunan FS menjadi tahapan awal sebelum rencana tersebut berlanjut ke pembangunan fisik. Pelaksanaannya masih bergantung pada ketersediaan anggaran, termasuk peluang pembiayaan melalui anggaran perubahan tahun ini.
“Tahun ini kita akan membuat dokumen FS-nya dulu. Karena ini perjalanan panjang juga. Kita juga melalui tahapannya, termasuk survei dari BPTD dalam hal ini kementerian karena ini adalah kewenangannya,” ujar Abdul Muis, Jumat (9/10/2026).
Tiga titik yang dipertimbangkan berada di depan Kantor Camat Teluk Pandan, di depan tambal ban sekitar tiga kilometer dari Simpang Tiga Bontang-Sangatta, serta di depan Gerbang Suka Rahmat sekitar satu kilometer dari simpang tersebut.
Pemilihan lokasi mempertimbangkan kondisi geometrik jalan, jarak pandang, dan keselamatan kendaraan ketika memasuki area penimbangan. Ruas yang relatif lurus dinilai lebih memungkinkan kendaraan memperlambat laju dibandingkan lokasi dengan tikungan tajam atau tanjakan dan turunan curam.
Dari sisi pembagian kewenangan, Pemerintah Kabupaten Kutim bertugas menyiapkan lahan, sedangkan pembangunan fisik menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui kementerian terkait.
“Kutim hanya punya kewenangan itu adalah membebaskan lahan. Jadi, dari kementerian mereka yang membangun. Kutim pemerintah daerah dalam hal ini adalah menyiapkan lahan tapi yang membangun fisik adalah dari kementerian,” jelasnya.
Dishub Kutim selanjutnya mengupayakan agar anggaran penyusunan FS dapat dialokasikan melalui anggaran perubahan. Jika anggaran tersedia, proses perencanaan dapat dilanjutkan sebagai bagian dari tahapan menuju pembangunan.
Abdul Muis menegaskan, Kecamatan Teluk Pandan menjadi fokus awal karena ketiga titik tersebut berada di jalur masuk Kabupaten Kutim.
“Kita fokus ke Kecamatan Teluk Pandan. Tiga-tiganya yang pintu masuk,” pungkasnya.(dit/adv/Kutim)






